-
Demonstran mengibarkan bendera Palestina di luar Gedung Putih menolak kunjungan Perdana Menteri Netanyahu.
-
Unjuk rasa mengecam bantuan militer Amerika Serikat untuk Israel di tengah kehancuran Jalur Gaza.
-
Invasi Tel Aviv sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina.
Suara.com - Gelombang protes membendung kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington menjelang agenda agungnya bersama Presiden AS Donald Trump.
Ratusan demonstran membentangkan bendera Palestina tepat di depan Gedung Putih untuk mengecam keterlibatan Washington dalam agresi militer di Gaza.
Aksi ini menegaskan eskalasi tekanan publik domestik Amerika Serikat yang menolak aliran bantuan persenjataan ke Tel Aviv secara terbuka.
Dikutip dari Anadolu, penolakan tajam masyarakat sipil tersebut membayangi diplomasi tatap muka kedelapan antara kedua pemimpin negara.
Para pengunjuk rasa membawa pesan-pesan eksplisit yang menargetkan kebijakan luar negeri pemerintah federal.
Poster bertuliskan "Hentikan mesin perang AS / Israel" membentang di tengah kerumunan massa.
Pesan penolakan lain turut disuarakan melalui spanduk bertuliskan "Bongkar kendali Israel atas Washington" yang dibawa peserta aksi.
Tulisan "Hak asasi manusia Palestina juga penting" menjadi sorotan utama di tengah gelombang unjuk rasa.
Kedatangan Netanyahu ke Washington secara khusus dijadwalkan untuk melakoni diskusi krusial dengan Trump di Gedung Putih.
Baca Juga: Donald Trump Ungkap Isi Pertemuan dengan Benjamin Netanyahu dan Zelensky di Gedung Putih
Pertemuan bilateral tersebut direncanakan berlangsung resmi pada hari Selasa.
Agenda ini mencatatkan perjumpaan kedelapan bagi Netanyahu bersama Trump sejak sang presiden terpilih menjalani masa jabatan keduanya.
Diskusi kedua pihak diprediksi membahas kelanjutan hubungan strategis dan dukungan keamanan.
Usai merampungkan pembicaraan dengan Trump, Netanyahu dijadwalkan menghadiri acara peringatan mengenang mendiang Senator Partai Republik Lindsey Graham.
Mendiang Graham dikenal luas sebagai figur politik kawakan yang konsisten mendukung kebijakan Israel.
Sikap politik Amerika Serikat sekian lama memicu kritik global akibat dukungan tanpa henti terhadap invasi di Jalur Gaza.
Data mencatat lebih dari 73.000 jiwa melayang di Gaza, di mana mayoritas korban tewas merupakan perempuan dan anak-anak.
Angka fatalitas membengkak sejak Tel Aviv melancarkan perang genosida yang dimulai pada 7 Oktober 2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Bekasi Salurkan 2,78 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan
-
Paperbag hingga Koper, Begini Cara Sindikat Internasional Sembunyikan 8.698 Etomidate di Jakarta
-
Ratusan Pro Palestina Demo saat Benjamin Netanyahu ke Gedung Putih: Stop Bantuan Amerika ke Israel!
-
Kopdes Merah Putih Diklaim Bisa Pangkas Rantai Pasok, Petani Berpeluang Nikmati Rp263 Triliun
-
Hukuman Ringan bagi Koruptor, Pesan Buruk bagi Pemberantasan Korupsi
-
Gaji vs Kemapanan: Nominal Lebih Besar Ternyata Belum Memberi Rasa Tenang?
-
4 Moisturizer Lokal Beras untuk Kunci Kulit Glowing dan Plumpy Setiap Hari
-
Dukung Transportasi Publik, BRI Palu Bangun 10 Unit Halte untuk Masyarakat
-
Mesin Cuci AQUA Eco-Wash Series FQW-850900QD Andalkan Steam dan Anti Bacterial Treatment
-
Komisi III DPR: Penangkapan Kasat Resnarkoba Tangsel Bukti Polri Tak Pandang Bulu Tegakkan Hukum