- Polda Metro Jaya bersama Puslabfor tengah menyelidiki kematian tidak wajar Sutrimo.
- Kompolnas meminta kepolisian mengusut kasus kematian korban secara transparan dan profesional guna mencegah spekulasi publik.
- Penyidik mengandalkan pemeriksaan forensik, rekaman CCTV, dan keterangan saksi karena lokasi kejadian sempat tidak steril.
Suara.com - Polda Metro Jaya melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo yang diduga meninggal secara tidak wajar. Sejumlah sampel dari lokasi kejadian telah diamankan dan kini diperiksa secara forensik sebagai bagian dari penyelidikan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan olah tempat kejadian perkara (TKP) di klinik Mordent, Kebayoran Baru, telah dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Polres Metro Jakarta Selatan pada Minggu (26/7/2026) dengan melibatkan tim Puslabfor.
“Untuk memastikan penyebab meninggalnya saudara S, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dengan melibatkan Puslabfor dan serangkaian tindakan penyelidikan lainnya,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
Selain melakukan olah TKP, penyelidik juga telah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai informasi dan petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Seluruh fakta masih didalami untuk memastikan penyebab kematian korban secara objektif.
Desakan Usut Tuntas
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebelumnya meminta Polda Metro Jaya mengusut perkara tersebut secara profesional dan transparan agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Komisioner Kompolnas Choirul Anam menilai polisi harus membuka secara terang seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari penyebab kematian, identitas, hingga latar belakang korban.
Menurutnya, apabila ditemukan indikasi tindak pidana, penyidik juga harus mengungkap siapa pelakunya.
Baca Juga: Kesaksian Jukir Saat Lihat Jasad Sutrimo: Tak Ada Aktivitas, Tiba-tiba Ramai Polisi
Sementara Polda Metro Jaya hingga kekinian belum dapat memastikan apakah Sutrimo meninggal secara wajar atau terdapat unsur pidana.
Polisi bahkan membuka kemungkinan melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam apabila diperlukan untuk memastikan penyebab kematian.
Dalam penyelidikan ini, polisi juga masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi, serta mendalami informasi yang mengaitkan Sutrimo dengan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Penyidik turut mengimbau keluarga korban segera membuat laporan apabila menemukan kejanggalan agar proses pendalaman dapat dilakukan melalui mekanisme hukum.
Penyelidikan sempat terkendala karena lokasi penemuan korban di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sudah tidak steril saat olah TKP dilakukan.
Karena itu, penyidik kini mengandalkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, keterangan para saksi, hasil pemeriksaan forensik, serta barang bukti lain untuk menyusun rangkaian peristiwa secara utuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Usut Kematian Sutrimo, Puslabfor Polri Periksa Sampel Forensik dari Klinik Mordent
-
Meski IHSG Ambruk, Investor Asing Guyur Dana Rp9,16 T di Pasar Modal
-
Misteri Dana Rp5 Miliar Penggusuran Lahan Laoli, DPRD Luwu Timur Tak Merasa Menganggarkan
-
Bernardo Tavares Minta Persebaya Tak Remehkan PSMS Medan, Ini Alasannya
-
Gudang Obat Keras Ilegal Dibongkar, 1 Juta Butir Disita Polresta Bandung
-
Hasil Drawing FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Hadapi Malaysia!
-
Membaca Ledakan EQ: Kiat Menuju Sukses Karir dengan Empati
-
3 Shade Hanasui Mattedorable untuk Kulit Sawo Matang Terbaik agar Wajah Tampak Cerah
-
Kenapa Perry Warjiyo Berpotensi Dipanggil KPK Usai Mundur dari Gubernur BI?
-
Donald Trump Kesal Banget ke Benjamin Netanyahu: Anda Tak Perlu Kasih Tahu Saya soal Itu