News / Nasional
Kamis, 30 Juli 2026 | 14:07 WIB
Peserta mengikuti pelatihan ecoprint yang digelar PNM Peduli bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bekasi. (Dok. PNM)

Suara.com - Di tengah upaya pemerintah mendorong terciptanya ekonomi yang lebih inklusif, penyandang disabilitas masih menghadapi tantangan besar untuk memperoleh kesempatan kerja yang setara. Tidak sedikit yang memiliki kemampuan dan semangat berkarya, tetapi terbentur minimnya akses terhadap pelatihan maupun peluang usaha yang dapat menjadi sumber penghidupan.

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak mengambil peran untuk memperluas ruang pemberdayaan. Salah satunya dilakukan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PNM Peduli yang menggelar pelatihan ecoprint bagi 50 penyandang disabilitas di Kabupaten Bekasi.

Program ini tidak sekadar mengajarkan teknik membuat motif pada kain menggunakan dedaunan dan bunga. Lebih dari itu, pelatihan dirancang untuk membuka peluang ekonomi baru melalui produk kreatif yang memiliki nilai jual sekaligus mendukung tren fesyen berkelanjutan yang semakin berkembang di Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, serta sejumlah perangkat daerah lainnya. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas membutuhkan dukungan bersama agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk mandiri secara ekonomi.

Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan pemberdayaan akan memiliki dampak yang lebih besar ketika masyarakat dibekali keterampilan yang dapat langsung diterapkan menjadi peluang usaha.

"Kami ingin pelatihan ini menjadi titik awal lahirnya karya-karya yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Ketika peserta memiliki keterampilan dan kepercayaan diri, mereka akan lebih siap membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan," ujar Kindaris.

Menurut Kindaris, pelatihan ecoprint juga menjadi sarana membangun rasa percaya diri para peserta. Sebab, tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas sering kali bukan hanya keterbatasan akses terhadap pekerjaan, tetapi juga minimnya ruang untuk menunjukkan potensi yang mereka miliki.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya PNM dalam menghadirkan pemberdayaan yang menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Berbagai pelatihan keterampilan terus dikembangkan sebagai bekal meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

Di tengah berkembangnya ekonomi kreatif yang semakin membutuhkan produk bernilai tambah dan ramah lingkungan, keterampilan seperti ecoprint membuka peluang baru bagi penyandang disabilitas untuk ikut mengambil peran. Dari selembar kain yang dihiasi motif alami, lahir harapan bahwa keterbatasan bukan lagi penghalang untuk berkarya.

Baca Juga: PNM Hadirkan Dampak Berantai Bagi Lingkungan dan Ekonomi Pesisir di Hari Mangrove Sedunia

Melalui semangat Disabilitas Berdaya, PNM berharap pelatihan ini menjadi langkah awal lahirnya pengusaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan diri, keluarga, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.***

Load More