News / Nasional
Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:22 WIB
Tugu Monas [shutterstock/mosista]
Baca 10 detik
  • Kementerian Agama memperkirakan seratus ribu orang memadati Monas Jakarta pada satu Agustus dua ribu dua puluh enam untuk Zikir dan Doa Kebangsaan.
  • Panitia menyiapkan langkah antisipasi melalui koordinasi lintas lembaga untuk mengatur akses pengamanan kesehatan transportasi serta kelancaran operasional acara di lapangan.
  • Acara ini menjadi momentum kebersamaan masyarakat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sehingga peserta diimbau menjaga ketertiban kebersihan dan kekhusyukan.

Suara.com - Kementerian Agama (Kemenag) memperkirakan sekitar 100 ribu orang akan memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan pada Sabtu (1/8/2026). Besarnya jumlah peserta membuat panitia mengimbau masyarakat datang lebih awal guna menghindari kepadatan.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Muchlis M. Hanafi mengatakan panitia telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan khidmat.

“Kami imbau peserta datang lebih awal untuk menghindari kepadatan menjelang dimulainya acara,” ujar Muchlis di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Umat muslim memenuhi pelataran Tugu Monumen Nasional (Monas) untuk menggelar pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah, di Jakarta Pusat, Jumat (1/12/2017). [Suara.com/Dian Rosmala]

Menurut Muchlis, persiapan terus dimatangkan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Fokus utama diarahkan pada kesiapan operasional di lapangan, mulai dari pengaturan akses peserta, pengamanan, layanan kesehatan, transportasi, hingga dukungan teknis lainnya.

“Seluruh aspek operasional terus kami siapkan melalui koordinasi yang erat dengan Sekretariat Negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta seluruh unsur panitia,” katanya.

Panitia juga mengimbau peserta hadir sesuai titik kumpul dan jadwal kedatangan yang telah dikoordinasikan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama, instansi, maupun kelompok masing-masing.

Bagi peserta Muslim, panitia meminta agar membawa perlengkapan ibadah untuk mengikuti salat Magrib berjamaah. Peserta juga diminta membawa perlengkapan pribadi secukupnya karena kegiatan berlangsung di ruang terbuka.

Selain itu, seluruh peserta diingatkan untuk mengikuti prosedur pemeriksaan keamanan di pintu masuk, mematuhi arahan petugas terkait jalur masuk, titik kumpul, hingga jalur evakuasi apabila diperlukan.

Panitia turut mengajak masyarakat menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan selama acara berlangsung.

Baca Juga: Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia telah menyiapkan panggung utama, sistem tata suara, pos kesehatan, pos keamanan, pusat informasi, hingga skema transportasi dan mobilisasi peserta dari berbagai daerah, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Muchlis mengatakan Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan momentum kebersamaan seluruh elemen bangsa dalam mengawali peringatan kemerdekaan dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, kami mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kekhusyukan agar kegiatan ini berlangsung dengan baik serta memberikan kesan yang membanggakan bagi kita semua,” tuturnya.

Load More