-
Arab Saudi menggalang koalisi 14 negara untuk mengamankan jalur minyak Laut Merah dari Houthi.
-
Ancaman blokade Houthi memicu penurunan drastis lalu lintas kapal kargo di Selat Bab el-Mandeb.
-
Harga minyak mentah Brent terkoreksi ke 90 dolar AS per barel di tengah eskalasi geopolitik.
Suara.com - Arab Saudi memimpin pembentukan koalisi pertahanan maritim internasional untuk melindungi jalur pelayaran vital ekspor minyak dari ancaman kelompok milisi Houthi Yaman. Inisiatif ini dirancang guna mencegah kelumpuhan rantai pasok energi global akibat potensi gangguan keamanan di kawasan Laut Merah.
Pertemuan strategis yang digagas Kementerian Pertahanan Arab Saudi di Riyadh menghimpun perwakilan hampir 50 negara dunia. Fokus utama pembahasan adalah pengamanan koridor maritim strategis mencakup Selat Bab al-Mandeb, Laut Merah, hingga Teluk Aden.
Dikutip dari The Hills, sebanyak 14 negara resmi mengonfirmasi komitmen mereka untuk bergabung dalam aliansi militer tersebut, termasuk Turki, Mesir, Nigeria, serta Pakistan. Langkah penggalangan kekuatan ini merespons gertakan milisi Houthi yang berikrar memberlakukan blokade laut terhadap armada kapal Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb.
Pemerintah Pakistan mengecam keras gertakan kelompok Houthi dan menilai rencana blokade tersebut melanggar aturan hukum internasional. Ancaman milisi yang disokong Iran tersebut dilontarkan sebagai balasan atas penyerangan yang menghancurkan Bandara Internasional Sanaa di Yaman utara.
Meskipun demikian, pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas serangan udara di bandara tersebut.
Eskalasi keamanan di kawasan Laut Merah kian menjadi sorotan kritis seiring membara kembalinya konflik Amerika Serikat dan Iran sejak Februari lalu.
Ketegangan tersebut memicu penutupan parsial hingga total di Selat Hormuz, yang melayani transit seperlima kebutuhan minyak bumi dunia.
Data platform analitik Kpler mencatat arus lalu lintas kapal kargo di Laut Merah merosot drastis hingga menyentuh angka 11 kapal per hari.
Capaian angka melintas tersebut menjadi rekor terendah dalam beberapa bulan terakhir akibat kewaspadaan pelaku industri pelayaran.
Baca Juga: Arab Saudi - Amerika Bersatu Serang Irak, 8 Milisi Pendukung Iran Tewas Dirudal
Milisi Houthi terus mengklaim serangkaian operasi serangan terhadap armada kapal Arab Saudi meski wilayah kekuasaan mereka di Yaman terus digempur.
Sebelumnya, kelompok Houthi juga menargetkan wilayah Israel dan jalur pelayaran internasional sebagai bentuk dukungan terhadap milisi Hamas.
Di tengah gejolak militer ini, harga minyak mentah acuan Brent melandai ke level lebih dari 90 dolar AS per barel.
Pergerakan harga tersebut terkoreksi setelah sempat melonjak hingga menembus angka 101 dolar AS per barel pada pekan sebelumnya.
Konflik berkepanjangan di Yaman dan eskalasi geopolitik Timur Tengah telah menempatkan kawasan Laut Merah sebagai titik rawan keamanan global.
Selat Bab al-Mandeb merupakan alur pelayaran utama yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, menjadi urat nadi distribusi komoditas energi dunia. Serangan bertubi-tubi terhadap kapal tanker minyak berpotensi memicu krisis energi dunia serta melonjaknya biaya logistik global secara masif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Tekanan Mereda, Kepercayaan Industri RI Kembali Menguat pada Juli 2026
-
Dipercaya BI Jadi Pengelola Utama SKM, Ini Strategi BRI Jangkau Pelosok Karo
-
Gerindra Tegaskan Survei Cuma Instrumen Evaluasi, Bukan Penentu Kebijakan Pemerintah
-
Misteri Tewasnya Satpam di Waduk Jatiluhur, Polda Jabar Turunkan Tim Gabungan
-
5 Film dan Serial Netflix Agustus 2026, Komedi hingga Horor
-
Ngeri! Aksi Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Jalan di Atas Api Viral di Medsos
-
Kasus Bocah Tersiram Air Panas, Puskesmas Waluran Perketat Pengawasan Pasien ODGJ
-
Amerika Gagah di Perang Iran Tapi Lagi Rapuh di Dalam Negeri, Kenapa Bisa Begitu?
-
Kenapa Muka Jadi Abu-Abu setelah Pakai Cushion? Begini Cara Mengatasinya
-
Madura United Pulangkan Hugo Gomes, Perkuat Lini Tengah Hadapi Super League 2026/2027