News / Nasional
Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:50 WIB
Kepala BGN Sudaryono. (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • Kepala BGN Sudaryono menyatakan pihaknya sedang mendalami aliran dana Rp311,2 miliar ke rekening dapur MBG yang bermasalah.
  • Penyaluran dana tersebut diduga melibatkan oknum internal BGN periode sebelumnya dengan dua kemungkinan motif penyerapan anggaran.
  • BGN telah mengembalikan dana ratusan miliar rupiah tersebut ke kas negara setelah menemukan ratusan rekening SPPG yang tidak sesuai.

Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan pihaknya masih mendalami penyebab dana Rp311,2 miliar sempat mengalir ke ratusan rekening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bermasalah sebelum akhirnya dikembalikan ke kas negara.

Menurut Sudaryono, BGN menduga pengiriman dana tersebut melibatkan oknum internal pada periode sebelumnya. Namun, hingga kini motif di balik penyaluran dana itu masih dalam proses pendalaman.

"Kami menduga kenapa uang bisa ke rekening di mana dapur itu rekeningnya dobel, atau dapur itu belum beroperasi, kami menduga ada oknum-oknum terdahulu di dalam BGN yang kemudian mengirimkan ini (uang)," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan terdapat dua dugaan motif yang sedang ditelusuri. Pertama, adanya unsur kesengajaan untuk melakukan tindak pidana. Kedua, kemungkinan pengiriman dana dilakukan demi meningkatkan angka serapan anggaran BGN.

Menurut dia, praktik tersebut berpotensi membuat realisasi anggaran BGN terlihat lebih tinggi sehingga seolah-olah menunjukkan kinerja lembaga yang baik.

Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Jimmy Hantu di SPPG Mutiara Keraton Solo, Tamansari, Bogor, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Jadi anggarannya terserap banyak, jadi kemudian serapan di BGN-nya tinggi sehingga supaya kalau dicek itu kira-kira serapan tinggi itu adalah sama dengan prestasi yang baik dari sebuah lembaga. Itu kami sedang mendalami ini," katanya.

Meski demikian, Sudaryono belum dapat memastikan apakah rekening maupun SPPG yang ditemukan bermasalah memiliki keterkaitan dengan pejabat BGN periode sebelumnya yang saat ini tengah menghadapi persoalan hukum.

Ia menegaskan proses verifikasi dan penelusuran masih berlangsung, termasuk menelusuri pihak-pihak yang berada di balik rekening virtual account tersebut.

"Manakala ada indikasi mens rea, ada indikasi niat jahat untuk nyuri, ngentit, atau nyolong tadi, maka ini kita serahkan kepada penegak hukum," tegas Sudaryono.

Baca Juga: Kepala BGN Buka Suara Terkait Putusan MK, MBG Tetap Jalan Sesuai Rencana

Sebelumnya, BGN mengumumkan telah mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan 414 SPPG yang memiliki rekening ganda, belum beroperasi, atau tidak sesuai dengan hasil verifikasi. Temuan itu diperoleh dari penyisiran terhadap ribuan rekening virtual account yang digunakan dalam penyaluran dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Load More