- Ketua Pansus DPRD DKI Jakarta Dwi Rio menyatakan 220.493 berkas tanah warga menunggu skema reforma agraria.
- Pemerintah memproses 28 lokasi calon TORA, dengan Kampung Kerapu sebagai titik awal redistribusi tanah warga.
- Penyelesaian berkas Kategori 3 akan mempercepat status hukum dan penerbitan sertifikat tanah bagi warga Jakarta.
Suara.com - Sebanyak 220.493 berkas permohonan tanah warga DKI Jakarta yang masuk Kategori 3 masih menunggu proses penanganan melalui skema reforma agraria, seperti pelepasan aset hingga redistribusi tanah.
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Reforma Agraria DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, dalam rapat Pansus yang digelar di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (31/7/2026).
"Sebagian besar membutuhkan pendekatan penanganan melalui cara Reforma Agraria atau sebagai calon lokasi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) atau namanya redistribusi tanah," kata Dwi Rio.
Dari total ratusan ribu berkas tersebut, terdapat 28 lokasi calon TORA yang dinyatakan siap diproses untuk redistribusi tanah.
"Dari 28 titik ini, kami akan dalami dan dorong untuk bisa konkret menjadi redistribusi tanah. Akan diawali dari titik atau lokasi Kampung Kerapu," jelas Dwi Rio.
Setelah Kampung Kerapu, proses redistribusi akan berlanjut ke sejumlah titik lain yang belum masuk daftar 28 lokasi tersebut, seperti Kampung Baru hingga Kampung Rawa Terate.
Dwi Rio menegaskan penyelesaian berkas Kategori 3 ini penting karena akan berdampak langsung pada percepatan penerbitan sertifikat tanah warga.
"Ketika Kategori 3 ini selesai, maka mereka statusnya akan bergeser menjadi Kategori 1 dan otomatis akan bisa berproses penerbitan sertifikatnya," ungkap legislator PDIP itu.
Sebagai gambaran, proses di Kategori 1 saat ini tengah berjalan lebih dulu bagi warga yang berkasnya telah rampung.
Baca Juga: Film Sihir Tanah Kubur Berhasil Mengubah Mitos Lokal Jadi Teror Mengerikan
"Ada calon kurang lebih 111 pemohon berkas yang akan diterbitkan, dan tadi kami usulkan bahwa secara simbolik juga kami akan minta ini diserahkan di Balai Agung oleh Pak Gubernur," kata Dwi Rio.
Urgensi percepatan penanganan masalah status tanah di Jakarta juga ditegaskan oleh Pakar Reforma Agraria Perkotaan, Iwan Nurdin, dalam dialog publik pada Kamis (30/7/2026).
Menurut Iwan, warga Jakarta perlu mendapatkan penataan ruang hidup yang berkeadilan.
"Pansus akan mendorong pengakuan hak kolektif atas kampung kota dan merekomendasikan kepada Pemerintah Provinsi untuk menyusun peta redistribusi tanah strategis berbasis usulan warga (Lokasi Prioritas Reforma Agraria)," tegasnya.
Berita Terkait
-
Film Sihir Tanah Kubur Berhasil Mengubah Mitos Lokal Jadi Teror Mengerikan
-
Tanah Abang Masih Jadi Sarang Obat Keras, Polisi Tangkap 2-3 Pengedar Setiap Hari
-
Posko Pengaduan Rakyat, Harapan Baru bagi Warga Bersengketa Tanah di Jakarta
-
Tolak Suap Rp1 Miliar, Eks Wakapolri Oegroseno Buka-bukaan Soal Kasus Tanah Sepolwan
-
61 Ribu Siswa Jakarta Belum Nikmati Sekolah Gratis
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon