- Mahasiswa KKN-PPM UGM memasang delapan lampu penerangan jalan tenaga surya di Desa Wonosobo dan Rejoagung, Banyuwangi, pada Juli 2026.
- Tim mahasiswa UGM juga melatih warga mengolah limbah serabut kelapa menjadi produk briket bernilai ekonomi untuk menambah penghasilan.
- Seluruh program KKN disusun bersama warga dan pemerintah desa guna mengatasi masalah penerangan serta pengelolaan limbah organik.
Dalam proses pembuatannya, serabut kelapa yang telah dibakar dicampur menggunakan tepung kanji sebagai perekat sebelum dicetak menjadi briket.
"Kalau briket apinya merata, habisnya bisa barengan dan lebih awet," ungkapnya.
Selain itu, kata Layla, produk briket memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan arang biasa mengingat proses pembuatannya yang lebih panjang.
Dengan demikian, program tersebut diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
Warga Melihat Peluang Baru
Salah seorang warga Dusun Lembangrejo, Semi Hartati (54), menilai pelatihan pembuatan briket memberikan wawasan baru bagi masyarakat. Selama ini, serabut kelapa hanya menjadi limbah atau dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, padahal berpotensi menjadi produk bernilai jual.
"Iya bisa jadi alternatif, siapa tahu bisa dijual, kan bisa nambah penghasilan," kata Semi.
Ia mengatakan wilayahnya baru pertama kali menjadi lokasi KKN sehingga berbagai program yang dibawa mahasiswa dinilai memberikan manfaat bagi warga.
Selain pelatihan pembuatan briket, mahasiswa juga mengadakan kegiatan pembuatan pupuk organik dan komposter bersama kelompok tani.
Program Disusun Bersama Warga
Kepala Dusun Lembangrejo, Suyut Warsito, mengatakan seluruh program mahasiswa selalu didiskusikan terlebih dahulu dengan pemerintah dusun sehingga benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi
Dari berbagai kegiatan yang dijalankan, kata dia, pemasangan lampu penerangan jalan menjadi salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga.
"Ya, terutama untuk lampu-lampu penerangan jalan yang sudah dipasang dan untuk lain-lainnya juga banyak bermanfaat," ungkap Suyut.
Bagian dari Gerakan Nasional KKN UGM
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Rustamaji, menuturkan tema besar KKN tahun ini masih berfokus pada ketahanan pangan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Implementasinya sangat luas, mulai dari diversifikasi pangan, penguatan UMKM, pengelolaan sampah, penghijauan, hingga pengembangan energi ramah lingkungan seperti yang dilakukan mahasiswa di Banyuwangi.
"Tema besar KKN tahun ini sama dengan dua tahun atau tiga tahun yang lalu, yaitu ketahanan pangan dan mengantisipasi perubahan iklim," ucap Rustamaji.
"Termasuk juga di sana apabila sudah tahan pangan, tentu kita mencari sumber-sumber ekonomi baru, termasuk di sana ada pariwisata, UMKM, dan seterusnya," imbuhnya.
Secara nasional, KKN-PPM UGM tahun ini melibatkan 9.177 mahasiswa yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia. Ia menegaskan KKN bukan sekadar membangun reputasi kampus, melainkan membangun jejaring serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Tag
Berita Terkait
-
Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi
-
Gaji Kepala Daerah Mau Naik, Pakar UGM: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes?
-
Wacana Gaji Naik saat OTT Marak, Solusi Palsu Korupsi Kepala Daerah
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
Pakar Sorot Isu Tekanan Asing dalam Pemilihan Vendor Infrastruktur Telekomunikasi
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular
-
Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK