News / Nasional
Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:10 WIB
Pemasangan lampu jalan tenaga surya di sejumlah titik di Desa Wonosobo dan Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jumat (31/7/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Mahasiswa KKN-PPM UGM memasang delapan lampu penerangan jalan tenaga surya di Desa Wonosobo dan Rejoagung, Banyuwangi, pada Juli 2026.
  • Tim mahasiswa UGM juga melatih warga mengolah limbah serabut kelapa menjadi produk briket bernilai ekonomi untuk menambah penghasilan.
  • Seluruh program KKN disusun bersama warga dan pemerintah desa guna mengatasi masalah penerangan serta pengelolaan limbah organik.

Dalam proses pembuatannya, serabut kelapa yang telah dibakar dicampur menggunakan tepung kanji sebagai perekat sebelum dicetak menjadi briket.

"Kalau briket apinya merata, habisnya bisa barengan dan lebih awet," ungkapnya.

Selain itu, kata Layla, produk briket memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan arang biasa mengingat proses pembuatannya yang lebih panjang.

Dengan demikian, program tersebut diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat apabila dikembangkan secara berkelanjutan.

Warga Melihat Peluang Baru

Salah seorang warga Dusun Lembangrejo, Semi Hartati (54), menilai pelatihan pembuatan briket memberikan wawasan baru bagi masyarakat. Selama ini, serabut kelapa hanya menjadi limbah atau dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, padahal berpotensi menjadi produk bernilai jual.

"Iya bisa jadi alternatif, siapa tahu bisa dijual, kan bisa nambah penghasilan," kata Semi.

Ia mengatakan wilayahnya baru pertama kali menjadi lokasi KKN sehingga berbagai program yang dibawa mahasiswa dinilai memberikan manfaat bagi warga.

Selain pelatihan pembuatan briket, mahasiswa juga mengadakan kegiatan pembuatan pupuk organik dan komposter bersama kelompok tani.

Program Disusun Bersama Warga

Kepala Dusun Lembangrejo, Suyut Warsito, mengatakan seluruh program mahasiswa selalu didiskusikan terlebih dahulu dengan pemerintah dusun sehingga benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Batik Ciprat Buka Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

Dari berbagai kegiatan yang dijalankan, kata dia, pemasangan lampu penerangan jalan menjadi salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya oleh warga.

"Ya, terutama untuk lampu-lampu penerangan jalan yang sudah dipasang dan untuk lain-lainnya juga banyak bermanfaat," ungkap Suyut.

Bagian dari Gerakan Nasional KKN UGM
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Rustamaji, menuturkan tema besar KKN tahun ini masih berfokus pada ketahanan pangan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Implementasinya sangat luas, mulai dari diversifikasi pangan, penguatan UMKM, pengelolaan sampah, penghijauan, hingga pengembangan energi ramah lingkungan seperti yang dilakukan mahasiswa di Banyuwangi.

"Tema besar KKN tahun ini sama dengan dua tahun atau tiga tahun yang lalu, yaitu ketahanan pangan dan mengantisipasi perubahan iklim," ucap Rustamaji.

"Termasuk juga di sana apabila sudah tahan pangan, tentu kita mencari sumber-sumber ekonomi baru, termasuk di sana ada pariwisata, UMKM, dan seterusnya," imbuhnya.

Secara nasional, KKN-PPM UGM tahun ini melibatkan 9.177 mahasiswa yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia. Ia menegaskan KKN bukan sekadar membangun reputasi kampus, melainkan membangun jejaring serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Load More