-
Singapura melarang dua personel Massive Attack masuk negara usai pengibaran bendera Palestina.
-
IMDA memblokir seluruh perizinan konser Massive Attack di Singapura pada masa mendatang.
-
Pemerintah Singapura tegas melarang penyebaran isu politik asing demi keharmonisan publik.
Suara.com - Otoritas Singapura mengambil langkah tegas dengan mencekal dua personel grup musik asal Inggris, Massive Attack, dari hak melintasi batas negara tersebut setelah mereka mengibarkan bendera Palestina di tengah gelaran konser.
Sanksi administratif yang dijatuhkan Pemerintah Singapura tidak hanya menutup akses personal anggota band, tetapi juga berimbas langsung pada pemblokiran seluruh izin pertunjukan Massive Attack di masa depan.
Langkah preventif yang diambil lembaga kepolisian dan Infocomm Media Development Authority (IMDA) menunjukkan betapa tidak ada toleransi bagi simbolisme politik internasional di ruang publik lokal.
Insiden tersebut terjadi ketika salah satu anggota grup musik legendaris itu membentangkan atribut bendera asing dan menyerukan penegakan kebebasan bagi rakyat Palestina di hadapan penonton.
Penyelidikan resmi yang dilakukan pihak berwenang mengonfirmasi bahwa kedua individu tersebut terbukti melakukan pelanggaran hukum terkait regulasi lambang negara asing dan ketertiban umum.
Kepolisian Singapura dan IMDA menyampaikan pernyataan resmi mereka terkait tindak lanjut atas tindakan anggota grup musik tersebut.
"Sebagai tanggapan atas pertanyaan media, polisi telah menyelidiki dua anggota band Massive Attack atas tindakan dukungan mereka terhadap gagasan politik dan pengibaran bendera asing selama konser band tersebut pada 29 Juli," kata otoritas terkait, dikutip dari CNA, Sabtu (1/8/2026).
Pemerintah Singapura menegaskan bahwa konsekuensi hukum langsung diberlakukan tanpa ada celah penangguhan bagi kedua personel terkait.
"Para pria tersebut diberi peringatan keras atas pelanggaran di bawah Undang-Undang Lambang Nasional Asing (Control of Display) dan Undang-Undang Ketertiban Umum, serta akan dilarang masuk kembali ke Singapura," lanjut pihak berwenang.
Baca Juga: Kok Aneh? Laga Vietnam vs Singapura Gunakan VAR tapi Wasit Tak Datang ke Stadion
Regulator media Singapura memastikan bahwa pencekalan ini berdampak permanen terhadap perizinan pertunjukan seni grup musik asal Britania Raya tersebut di wilayah hukumnya.
"IMDA tidak akan memberikan permohonan apa pun di masa mendatang untuk pertunjukan oleh band tersebut di Singapura mengingat adanya larangan masuk ini," ujar otoritas menambahkan.
Proses pemeriksaan internal saat ini masih terus berjalan guna meneliti setiap detail pelanggaran atas kesepakatan izin penyelenggaraan acara.
"IMDA sedang menyelidiki kemungkinan pelanggaran sejumlah kondisi lisensi dan akan mengambil tindakan yang diperlukan setelah penyelidikan selesai," tambah mereka.
"Ini mencakup syarat yang menetapkan bahwa tidak boleh ada penayangan bendera untuk mendukung tujuan apa pun," jelas instansi tersebut.
Penegakan hukum ini berakar pada prinsip fundamental Singapura dalam menjaga stabilitas sosial serta keharmonisan antar etnis dan agama dari dampak dinamika geopolitik global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Personel Band Massive Attack Dicekal Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina saat Konser
-
Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
-
Review The White Tiger: Potret Ketimpangan Sosial yang Memancing Dilema Moral
-
Kemarau Menggigit, Warga Bantul Sedot Selang demi Dapat Air
-
Timnas Indonesia Harus Susah Payah Kalahkan Timor Leste, Shayne Pattynama: Kami Kesulitan
-
Temukan Senpi dan Narkoba, Polisi Ringkus Remaja 16 Tahun di Way Kanan
-
KPK Periksa Istri Suhardiman Amby, Sekda hingga Anggota DPRD Kuansing
-
8 Film Bertema Mitologi Yunani yang Wajib Kamu Tonton Selain The Odyssey
-
Krisis Air 2026: Jangan Cuma Menyalahkan Kemarau saat Keran Mati Total!
-
Menperin Agus Gumiwang Tagih Realisasi Investasi Otomotif Rp 21,2 Triliun di GIIAS 2026