- Kemenhub berkoordinasi dengan otoritas Malaysia untuk menangani pilot tersangka penyelundupan narkotika.
- Bea Cukai Soekarno-Hatta menyita 25 kilogram ekstasi dari koper pribadi pilot tersebut.
- Tersangka mengaku mendapat imbalan uang tunai ratusan juta rupiah dari jaringan penyelundupan.
Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan Malaysia terkait penanganan seorang pilot yang menjadi tersangka penyelundupan 25 kilogram ekstasi ke Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penegakan hukum dan pemberian sanksi administratif sesuai kewenangan otoritas penerbangan.
Kasubdit Penegakan Hukum Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Dody Dharma Cahyadi, mengatakan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan Malaysia menjadi tindak lanjut atas dugaan keterlibatan pilot dalam kasus penyelundupan narkotika.
"Sebagai tindak lanjut atas insiden ini, kami akan segera berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Perhubungan Malaysia," kata Dody di Tangerang, mengutip dari ANTARA.
Menurutnya, keterlibatan seorang pilot dalam tindak pidana narkotika menjadi perhatian serius karena menyangkut aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengungkapkan hasil tes urine terhadap tersangka menunjukkan positif mengandung beberapa jenis narkotika, yakni MDMA, metamfetamin, kokain, serta zat narkotika lainnya.
Penyidik juga mendalami dugaan bahwa tersangka telah beberapa kali menyelundupkan narkotika dengan memanfaatkan jalur khusus awak pesawat (crew channel) saat proses keberangkatan.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas menemukan 70.144 butir ekstasi yang disembunyikan di dalam koper pribadi tersangka. Selain itu, ditemukan pula sejumlah kecil metamfetamin.
Bea Cukai bersama aparat penegak hukum masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain yang diduga menjadi pengendali jaringan penyelundupan tersebut.
Kemenhub menegaskan akan terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan Malaysia dan aparat penegak hukum guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan, sekaligus mendorong pemberian sanksi administratif terhadap pilot tersebut.
Baca Juga: Diupah 50.000 Ringgit, Pilot Malaysia Nyabu Saat Terbangkan Pesawat dari Kuala Lumpur ke Jakarta
Hasil penyelidikan sementara juga mengungkap motif ekonomi di balik aksi penyelundupan itu. Menurut Hengky, tersangka mengaku dijanjikan upah sekitar 50.000 ringgit Malaysia atau setara Rp220 juta oleh aktor utama yang kini masih diburu penyidik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir
-
Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba
-
5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo