- Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya membantu membuka ruang dialog di Semenanjung Korea saat bertemu Kadin Indonesia pada 31 Juli 2026.
- Permintaan kunjungan ke Korea Utara tersebut sebelumnya disampaikan oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Blue House pada 1 April 2026.
- Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai langkah tersebut mencerminkan komitmen Indonesia mewujudkan perdamaian dunia melalui diplomasi bebas aktif.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono memberikan respons positif terhadap pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyatakan kesiapannya untuk membantu membuka ruang dialog di Semenanjung Korea.
Langkah ini dinilai sebagai perwujudan nyata dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan para pengusaha Kadin Indonesia di Istana Negara pada Jumat (31/7/2026), Presiden Prabowo mengungkapkan adanya permintaan dari Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, agar dirinya berkunjung ke Korea Utara.
Permintaan itu disampaikan saat kunjungan Prabowo ke Blue House pada 1 April 2026 lalu. Presiden Prabowo menegaskan menyambut baik hal tersebut demi membantu membuka kebuntuan dialog.
Menanggapi hal itu, Dave menyatakan bahwa sikap Presiden Prabowo sangat sejalan dengan prinsip dasar diplomasi Indonesia.
"Komisi I DPR RI memandang bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan kesiapan untuk membantu membuka ruang dialog di Semenanjung Korea mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus berperan dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia. Sikap tersebut juga sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menempatkan dialog sebagai pendekatan utama dalam penyelesaian berbagai persoalan internasional,” ujar Dave kepada Suara.com, Senin (3/8/2026).
Dave menilai, kepercayaan yang diberikan oleh Presiden Korea Selatan kepada Indonesia bukanlah hal yang datang tiba-tiba, melainkan hasil dari reputasi diplomasi Indonesia yang solid.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk berperan dalam membuka ruang dialog mencerminkan pengakuan terhadap kredibilitas diplomasi Indonesia di tingkat internasional. Kepercayaan tersebut merupakan modal diplomatik yang berharga dan perlu terus dijaga melalui konsistensi politik luar negeri yang mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara, penyelesaian sengketa secara damai, serta kerja sama yang saling menghormati,” lanjutnya.
Kendati begitu, Dave memberikan catatan bahwa langkah ini bersifat kondisional dan tetap harus mengedepankan komunikasi formal antarnegara.
Baca Juga: Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
“Namun demikian, hal tersebut perlu dipahami sebagai bentuk kesiapan apabila diminta oleh para pihak, bukan sebagai pengumuman mengenai pelaksanaan misi diplomatik. Karena itu, setiap langkah selanjutnya tetap perlu ditempuh melalui komunikasi resmi antarpemerintah dengan mempertimbangkan dinamika kawasan serta kepentingan nasional Indonesia,” jelasnya.
Dave meyakini Indonesia mampu menjalankan peran konstruktif sebagai mediator yang dipercaya oleh masyarakat internasional.
“Komisi I DPR RI meyakini bahwa dengan rekam jejak diplomasi yang dimiliki, Indonesia dapat terus memainkan peran yang konstruktif sebagai mitra yang dipercaya dalam mendorong penyelesaian berbagai persoalan internasional secara damai. Selama berpijak pada kepentingan nasional, prinsip politik luar negeri bebas aktif, dan penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara, kontribusi Indonesia akan tetap relevan dalam memperkuat stabilitas kawasan maupun dunia,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Tegaskan Kereta Api sebagai Instrumen Ekonomi Rakyat
-
Ketika Siaran Pidato Terputus: Rakyat Lebih Cemas Perang Dunia atau Biaya Hidup?
-
Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
-
Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi
-
Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pertama Dalam 75 Tahun, Arab Saudi Bakal Gelap karena Gerhana Matahari Total
-
Ariana Grande Umumkan akan Hiatus usai Tur Konser Eternal Sunshine Rampung
-
WNA Perempuan Baku Hantam Gara-gara Antre Jagung Bakar? Ini Penjelasan Polisi
-
Catatan Penting dari DPR di Balik Kesiapan Prabowo Kunjungi Korea Utara
-
Apa Itu Finishing Powder? Kenali Bedanya dengan Setting Powder agar Tak Keliru
-
5 Warna Keberuntungan yang Sesuai Shio Tikus Tahun 2026, Diyakini Membuka Peluang dan Rezeki
-
Buntut Temuan Rp4 Miliar di Rumah, Kadis PUPR Bengkulu Akhirnya Diperiksa KPK
-
Dewas Bakal Periksa Setya Budi Dias, Staf KPK yang Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
-
72 Orang Tewas Terobos Perbatasan Maroko - Ceuta Spanyol, 1.000 Korban Luka
-
Pergeseran Orientasi Karier: Tidak Semua Orang Ingin Naik Jabatan