- Wakil Ketua Komisi X DPR MY Esti Wijayati menilai pemisahan anggaran Makan Bergizi Gratis dari dana pendidikan pada Senin (3/8/2026) penting untuk memperbaiki arsitektur pendidikan nasional.
- Esti menyoroti kerusakan sekolah di wilayah 3T, penurunan anggaran Perpusnas 2026 sebesar 47,6 persen, serta krisis kekurangan ribuan guru yang membutuhkan solusi segera dari pemerintah.
- Pemerintah didesak merealisasikan sekolah gratis, membuka formasi guru sesuai kebutuhan, dan mengkaji matang program baru agar kualitas SDM Indonesia meningkat.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menekankan pentingnya optimalisasi anggaran pendidikan guna menghadapi persaingan global yang kian kompetitif.
Menurutnya, pemisahan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dana pendidikan sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan momentum vital untuk memperbaiki arsitektur pendidikan nasional secara menyeluruh.
Esti menegaskan, anggaran pendidikan yang maksimal pun dapat menjawab tantangan-tantangan di era globalisasi.
“Tantangan-tantangan kekinian seperti digitalisasi pendidikan, teknologi seperti AI dan lain-lain,” terang Esti kepada wartawan, Senin (3/8/2026).
Pimpinan Komisi X DPR ini menyoroti masih banyaknya persoalan fundamental di lapangan, mulai dari kerusakan bangunan sekolah hingga akses infrastruktur yang membahayakan nyawa siswa, terutama di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
"Kita terus mendengar gedung sekolah roboh, bahkan beberapa ada korban jiwa anak-anak kita yang datang ke sekolah untuk menuntut ilmu. Ini menjadi sebuah ironi jika Negara tak segera memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa akses jalan pun masih menjadi kendala besar.
“Belum lagi banyak akses atau infrastruktur pendidikan yang tidak dimiliki anak-anak. Setiap hari kita melihat berita ada anak-anak yang harus bertaruh nyawa karena ketiadaan jembatan atau akses jalan layak untuk ke sekolah,” tambah Esti.
Sejalan dengan putusan MK sebelumnya, Esti mendesak agar negara segera memperluas jangkauan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Baca Juga: Jangan Tunggu 2028, DPR Minta Anggaran MBG Keluar dari Pos Pendidikan Mulai 2027
“Dan segera wujudkan SD-SMP gratis baik negeri maupun swasta yang juga merupakan keputusan MK sebelumnya,” ucapnya.
Esti juga menyayangkan penurunan drastis anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada tahun 2026 yang merosot sekitar 47,6 persen—dari Rp 721 miliar pada 2025 menjadi hanya Rp 377,9 miliar.
Hal ini berdampak pada terhentinya pendistribusian buku ke daerah-daerah 3T.
“Juga agar program andalan yang anggarannya diturunkan agar dikembalikan seperti semula. Misalnya Anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk penyediaan buku-buku yang bisa didistribusikan ke perpustakaan-perpustakaan daerah, termasuk 3T harus mendapat porsi anggaran memadai,” lanjut Esti.
Data dari UNESCO Institute for Statistics menunjukkan belanja pendidikan Indonesia hanya 1,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), terendah dibanding banyak negara lain. Padahal, 40,2% penduduk Indonesia berusia di bawah 24 tahun.
Hal ini berbanding lurus dengan krisis guru yang terjadi secara nasional. Di DIY saja, masih terjadi kekurangan 1.600 guru di tingkat provinsi.
Berita Terkait
-
Jangan Tunggu 2028, DPR Minta Anggaran MBG Keluar dari Pos Pendidikan Mulai 2027
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG
-
Keracunan MBG di Semarang Diduga Akibat Kualitas Bahan Makanan dan Proses Masak
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Kabinet Bayangan: Dana MBG di Pos Pendidikan Korbankan Nasib Guru dan Sekolah
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
-
Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki
-
Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset
-
Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok
-
Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan