- Wakil Ketua Komisi X DPR RI meminta pemerintah menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi terkait anggaran pendidikan.
- Mahkamah Konstitusi memerintahkan pemisahan anggaran program Makan Bergizi Gratis dari pos anggaran pendidikan paling lambat tahun 2028.
- DPR berharap pemerintah dapat mempercepat penerapan pemisahan anggaran tersebut mulai tahun anggaran 2027 demi kualitas pendidikan.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, meminta pemerintah untuk segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemisahan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari anggaran pendidikan.
Langkah ini dinilai krusial guna menjaga integritas anggaran pendidikan dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Indonesia.
"Jika MK sudah memutuskan demikian, maka tentulah kita harus menindak lanjuti sesuai keputusan tersebut,” kata Esti Wijayati kepada wartawan, Senin (3/8/2026).
Keputusan ini merujuk pada amar Putusan Nomor 40/PUU-XXIV/2026, di mana MK memerintahkan agar anggaran program MBG tidak lagi mengambil porsi dari anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebelumnya, program unggulan tersebut dimasukkan ke dalam klaster anggaran pendidikan yang secara konstitusional diwajibkan sebesar 20 persen dari APBN.
Dalam putusannya, MK memberikan tenggat waktu agar pemisahan anggaran MBG dari pos pendidikan tersebut diterapkan paling lambat pada APBN tahun anggaran 2028.
Esti pun mengingatkan bahwa keputusan MK ini bersifat final dan mengikat bagi semua pihak.
“Maka sesuai keputusan MK, tahun 2028 MBG tidak lagi mengambil dari anggaran pendidikan,” tegas politisi PDI Perjuangan (PDIP) tersebut.
Meski MK memberikan masa transisi hingga tahun 2028, Esti berharap pemerintah bisa bergerak lebih cepat.
Baca Juga: Purbaya Jamin Kenaikan Tunjangan TNI dan Pegawai Kemhan Tak Perlebar Defisit APBN
Ia mengusulkan agar pemisahan anggaran tersebut sudah bisa diimplementasikan mulai pada tahun anggaran 2027.
"Semaksimal mungkin diupayakan bisa dilakukan mulai pada tahun anggaran 2027 karena harapan besar bagi dunia pendidikan, kita dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan SDM (sumber daya manusia),” kata Esti.
Menurutnya, pengembalian porsi anggaran pendidikan sesuai fungsi aslinya akan berdampak besar pada perbaikan fasilitas dan kesejahteraan tenaga pengajar di seluruh tingkatan.
“Mulai dari perbaikan kualitas pendidik, tenaga pendidik, siswa, mahasiswa dan lain-lain. Juga agar sarana prasarana lebih memadai, kesejahteraan guru, dosen serta tenaga pendidik yang lebih baik, merata, dan bermutu untuk semua,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG
-
Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos
-
Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026
-
Purbaya Jamin Kenaikan Tunjangan TNI dan Pegawai Kemhan Tak Perlebar Defisit APBN
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Toyota Perpanjang Masa Garansi Mobil hingga Enam Tahun di GIIAS 2026
-
Lina Lie Membangun Imperium Bisnis dari Nol dan Misi Memberdayakan Perempuan
-
Perundingan Damai AS dan Iran Dimulai Lagi, Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bahasan Utama
-
IHSG Sesi I Hari Ini Terkonsolidasi Tipis, Ini Saham-saham Paling Banyak Diborong
-
Terobosan Baru Penanganan Kanker Prostat, Operasi Robotik Bikin Pemulihan Lebih Cepat
-
Susuri Rute Eksotis Sanur, Ribuan Pelari dari 13 Negara Bersaing di CK Run 2026
-
YouTube Kena Semprot Komdigi, Imbas YouTuber Bigmo Libatkan Anak Kecil Promosi Vape
-
Sunscreen Apa yang Cocok untuk Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
-
Jangan Tunggu 2028, DPR Minta Anggaran MBG Keluar dari Pos Pendidikan Mulai 2027
-
Daftar Saham Tambang yang Meroket Puluhan Persen, BRIDS Ungkap Proyeksinya