- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta pemerintah segera melaksanakan putusan MK terkait anggaran pendidikan.
- Charles mengusulkan penajaman target penerima program Makan Bergizi Gratis dari 82 juta menjadi 26 juta jiwa.
- Langkah tersebut bertujuan mencegah penggunaan dana pendidikan dan mengefisiensikan anggaran negara tanpa melanggar konstitusi.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, meminta pemerintah segera mengimplementasikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang penggunaan anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Charles menegaskan, bahwa sebagai pengelola negara yang baik, pemerintah harus taat pada konstitusi.
Menurut Charles, putusan MK bersifat langsung berlaku sejak dibacakan. Meski MK memberikan batas waktu transisi hingga 2028, ia menilai pemerintah seharusnya bisa bergerak lebih cepat untuk memisahkan anggaran MBG dari klaster pendidikan.
"Tafsir dari Mahkamah Konstitusi adalah anggaran MBG yang dimasukkan dalam klaster pendidikan itu inkonstitusional. Sehingga kalau kita mau taat konstitusi, kita tidak mau melanggar konstitusi, maka putusan MK harus segera diterapkan, yaitu dianggarkan di tahun 2027. Bahkan kalau perlu dibuat APBN Perubahan di tahun 2026," ujar Charles di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Politisi PDI Perjuangan ini menekankan bahwa kepatuhan terhadap konstitusi adalah hal yang utama.
Ia kemudian membandingkan kecepatan implementasi putusan MK terkait syarat usia Wakil Presiden dengan putusan mengenai anggaran pendidikan ini.
"Kami di PDI Perjuangan tentu taat konstitusi, kami menghormati putusan Mahkamah Konstitusi. Dan oleh karena itu kita berharap ya apa yang diputuskan MK harus segera diterapkan. Masa putusan terkait dengan usia wakil presiden saja bisa dijalankan dalam 3 hari, ini sesuatu yang jauh lebih penting harus menunggu sampai 2 tahun," tegasnya.
Lebih lanjut, Charles melihat putusan MK ini sebagai momentum bagi Badan Gizi Nasional untuk melakukan desain ulang terhadap program MBG agar tidak membebani anggaran negara secara berlebihan.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah melakukan refocusing atau penajaman target penerima manfaat.
Baca Juga: Kepala BGN Buka Suara Terkait Putusan MK, MBG Tetap Jalan Sesuai Rencana
Charles mengungkapkan, bahwa berdasarkan data BPS dan kajian para peneliti, jumlah masyarakat yang benar-benar membutuhkan asupan gizi tambahan untuk mencegah stunting—seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak tertentu—adalah sekitar 26 juta orang, bukan 82 juta seperti rencana awal.
"Dilakukan saja refocusing penerima manfaat dari 82 juta menjadi 26 juta. Dengan sendirinya anggarannya pun pasti akan berkurang jauh, ya. Tidak lagi sampai 200-an triliun, tetapi mungkin hanya 60-an triliun saja sehingga tidak sampai menggerogoti anggaran pendidikan," jelas Charles.
Ia menambahkan bahwa dengan melakukan desain ulang dan memfokuskan program hanya kepada yang membutuhkan, pemerintah tetap bisa mencapai target perbaikan gizi nasional tanpa harus melanggar konstitusi terkait penggunaan dana pendidikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Lewat BRI Peduli, PMI di Taiwan Dibekali Literasi Keuangan dan Strategi Mengembangkan Usaha
-
Putusan MK soal Usia Wapres Langsung Berlaku 3 Hari, Kenapa Anggaran MBG Harus Tunggu 2 Tahun?
-
Presiden Argentina Ribut dengan Presiden Brasil: Dia Pencuri dan Korup
-
Harga Mati! Presiden Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2030
-
BRI Perkuat Bekal Kewirausahaan PMI Taiwan, Siapkan Langkah Membangun Usaha di Tanah Air
-
Buruh Warning DPR: Agustus Diprediksi Ada Kerusuhan Besar, Situasi Sangat Rawan
-
Kejagung 3 Jam Geledah Rumah Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kepala BGN Gemas Program MBG Dikritik Gara-gara Sekolah Rusak: Yang Dulu ke Mana?
-
NIK dan IKD Jadi Fondasi Transformasi Digital Pemerintah, Perkuat Integrasi Layanan Publik
-
Dorong PMI Jadi Wirausaha Mandiri, BRI Hadirkan Pelatihan Bisnis dan Literasi Keuangan di Taiwan