- Sudinhub Jakarta Selatan menertibkan mobil mogok yang parkir sembarangan di Tebet pada Senin (3/8/2026).
- Penindakan dilakukan di Jalan Tebet Barat IX setelah petugas menerima aduan warga melalui aplikasi CRM.
- Mobil yang terbengkalai selama seminggu itu akhirnya dipindahkan ke rumah pemilik untuk diperbaiki.
Suara.com - Petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Selatan menertibkan sebuah mobil yang telah lama terparkir sembarangan di Jalan Tebet Barat IX, persis di samping Pasar Tebet Barat, Kecamatan Tebet.
Penertiban dilakukan pada Senin (3/8/2026) setelah petugas menerima sejumlah aduan dari warga sekitar melalui aplikasi Cepat Respon Masyarakat (CRM).
Kepala Sudinhub Jakarta Selatan, Bernad Octavianus Pasaribu, mengatakan aduan itu bukan yang pertama kali masuk terkait kendaraan tersebut.
"Petugas Satpel Perhubungan Kecamatan Tebet sudah beberapa kali turun ke lapangan, berkoordinasi dengan RT dan warga setempat, untuk menindaklanjuti setiap aduan yang masuk," ujar Bernad.
Mobil tersebut sempat dipindah ke beberapa lokasi berbeda setiap mendapat komplain dari warga di titik parkir sebelumnya.
"Terakhir, kendaraan tersebut kami pindahkan ke depan rumah pemiliknya, karena kondisi mobil dalam keadaan mogok dan tidak bisa dijalankan langsung," ujarnya.
Menurut catatan Sudinhub, mobil sedan tersebut dibiarkan teronggok selama kurang lebih satu minggu di samping Pasar Tebet Barat oleh sang pemilik, sebelum akhirnya dievakuasi.
Kini, sang pemilik berjanji mendatangkan montir guna memperbaiki kendaraan mogok tersebut.
Bernad memastikan, pihaknya tidak akan berhenti pada satu penindakan saja dan akan terus mengawasi titik-titik lain yang berpotensi disalahgunakan sebagai lahan parkir liar.
Baca Juga: Anggota DPRD DKI Bongkar Dugaan Praktik Culas Trayek Mikrotrans: Saya Pernah Ditawari Rp4 Miliar
"Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan warga serta RT setempat. Setiap laporan yang masuk melalui CRM pasti kami tindaklanjuti," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Anggota DPRD DKI Bongkar Dugaan Praktik Culas Trayek Mikrotrans: Saya Pernah Ditawari Rp4 Miliar
-
2.400 Konsumen LRT City Belum Terima Apartemen, Pemerintah Diminta Turun Tangan
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
4 Kali Dilaporkan Warga, Tujuh Bangunan di Tanah Abang Segera Ditertibkan
-
Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik
-
BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur
-
Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan
-
Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya
-
Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung
-
Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru
-
RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni
-
Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?
-
Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat