- Anggota DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, meminta Inspektorat mengaudit seluruh proyek Pemprov DKI menyusul tewasnya balita di Manggarai.
- Audit menyeluruh terhadap standar keselamatan proyek, termasuk skema CSR, diperlukan untuk mencegah terulangnya kecelakaan kerja yang membahayakan warga.
- DPRD mendukung proses hukum objektif terkait dugaan kelalaian pengawasan proyek pembangunan taman yang menelan korban jiwa di Jakarta Selatan.
Suara.com - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, meminta Inspektorat DKI Jakarta mengaudit seluruh proyek yang berada di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyusul tewasnya seorang balita yang terjatuh ke lubang galian proyek pembangunan taman di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026) malam.
Proyek taman yang didanai melalui skema corporate social responsibility (CSR) tersebut diketahui berada di bawah koordinasi Pemprov DKI Jakarta.
Kevin mengawali tanggapannya dengan menyoroti pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang mempersilakan keluarga korban menempuh jalur hukum atas dugaan kelalaian dalam pengawasan proyek.
”Saya memandang itu sebagai bentuk penghormatan terhadap hak setiap warga negara. Dalam negara hukum, siapa pun berhak mencari keadilan melalui mekanisme hukum apabila merasa dirugikan, dan pemerintah harus menghormati proses tersebut,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Suara.com, Selasa (30/6/2026).
Meski demikian, Kevin menilai langkah hukum saja tidak cukup untuk mencegah kejadian serupa terulang.
”Belasungkawa dan pendampingan kepada keluarga korban memang merupakan kewajiban pemerintah, namun itu saja tidak cukup. Yang paling penting adalah memastikan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi,” lanjut dia.
Kevin menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan seluruh proyek di Jakarta, termasuk yang dikerjakan melalui skema CSR.
”Di luar proses hukum, yang lebih penting adalah evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan proyek-proyek di Jakarta. Jika proyek tersebut merupakan proyek yang diinisiasi Pemprov DKI, termasuk yang dikerjakan melalui skema CSR, maka seluruh standar keselamatan harus dievaluasi secara serius,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, Kevin meminta Inspektorat DKI Jakarta melakukan audit kepatuhan terhadap standar keselamatan seluruh proyek yang berada di bawah koordinasi Pemprov DKI.
Baca Juga: 'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai
”Saya meminta Inspektorat DKI melakukan audit kepatuhan terhadap standar keselamatan seluruh proyek yang berada di bawah koordinasi Pemprov DKI, sehingga kejadian serupa tidak terulang di lokasi lain,” tegasnya.
Selain itu, Kevin mendorong agar proses investigasi yang tengah dilakukan aparat penegak hukum berjalan secara objektif dan transparan.
”Jika ditemukan adanya unsur kelalaian, siapa pun yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek pembangunan,” pintanya.
Kevin berharap tragedi tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan di Jakarta.
”Pembangunan memang harus terus berjalan, tetapi jangan sampai mengorbankan keselamatan warga. Tidak boleh ada satu pun proyek yang mengabaikan aspek keamanan karena nyawa manusia jauh lebih berharga daripada target penyelesaian pekerjaan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai
-
Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak
-
Regulasi Sudah Ada, DPRD Minta Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengelolaan Sampah
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Tragedi Tebet: Ketika Fasilitas Publik Berubah Menjadi Kuburan bagi Balita Tak Berdosa
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok
-
'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai
-
Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia
-
Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak
-
Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi
-
Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!
-
Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri
-
7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas
-
Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras
-
Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik