- Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Hengky Wijaya, mendesak evaluasi subsidi Mikrotrans pada Rabu (29/7/2026).
- Skema pembayaran berbasis jarak tempuh membuat operator mengejar kilometer dan mengabaikan kualitas layanan penumpang.
- Hengky juga mengungkap dugaan suap senilai Rp4 miliar dalam pembukaan trayek baru untuk diusut tuntas.
Suara.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta didesak untuk mengevaluasi secara menyeluruh skema subsidi Public Service Obligation (PSO) pada layanan Mikrotrans.
Desakan itu disampaikan Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Hengky Wijaya.
Ia menyoroti dugaan ketidakefektifan penggunaan anggaran hingga potensi penyimpangan dalam pengelolaan subsidi tersebut.
Menurut Hengky, skema buy the service yang selama ini diterapkan belum mendorong peningkatan kualitas layanan Mikrotrans.
Sebab, operator dibayar berdasarkan jarak tempuh armada, bukan berdasarkan jumlah penumpang yang diangkut.
“Yang dikejar kilometer, bukan pelayanan,” ujar Hengky, dikutip dari laman resmi DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Akibat skema tersebut, sejumlah armada tetap beroperasi meski penumpang yang diangkut minim.
Bahkan, DPRD DKI Jakarta menerima keluhan warga soal pengemudi yang mengabaikan calon penumpang demi mengejar target perjalanan harian.
Karena itu, Hengky meminta Dishub DKI Jakarta mengkaji ulang formula pembayaran subsidi Mikrotrans.
Baca Juga: DPRD DKI Desak Polisi Sikat Pembawa Sajam di Balik Tawuran Matraman
Tujuannya, agar layanan Mikrotrans lebih berorientasi pada kualitas layanan, efektivitas operasional, dan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Hengky juga mendorong evaluasi jaringan rute Mikrotrans agar armada lebih difokuskan pada koridor dengan tingkat permintaan tinggi.
Di luar persoalan skema subsidi, Hengky turut mengungkap dugaan penyimpangan dalam proses pembukaan trayek baru Mikrotrans.
“Saya pernah ditawari Rp4 miliar untuk membuka trayek. Ini harus diusut,” tegas Hengky.
Ia menilai, dugaan tersebut perlu ditelusuri secara serius agar tata kelola subsidi transportasi publik di Jakarta berjalan transparan dan akuntabel.
Berita Terkait
-
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Percepat Perbaikan Jalan Rusak saat Musim Kemarau
-
Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun
-
Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok
-
DPRD DKI Desak Polisi Sikat Pembawa Sajam di Balik Tawuran Matraman
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Akhirnya PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
-
Anggota DPRD DKI Bongkar Dugaan Praktik Culas Trayek Mikrotrans: Saya Pernah Ditawari Rp4 Miliar
-
Totalitas Tanpa Batas! Para Pemain Bapakmu Kiper Wajib Latihan Bola Sebelum Kontrak
-
7 HP RAM 8/256 GB Harga Rp2 Jutaan, Speknya Bikin Kaget!
-
Catat Tanggalnya! NCT 127 Bagikan Jadwal Teaser Album Terbaru 'BLINGY'
-
Polda Lampung Musnahkan Narkoba Rp264 Miliar, Ratusan Senpi Rakitan Dipotong Habis
-
Lampaui Target Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Pujian
-
Bocah SD Boyolali Diakui NASA, Ahmad Luthfi Langsung Beri Laptop
-
Makin Brutal! Israel Culik 20 Warga Palestina saat Penggerebekan Malam di Tepi Barat
-
Jual Emas hingga Gadai Sertifikat Tanah, Calon Perangkat Desa Pati Bongkar Setoran Rp165 Juta