-
Ribuan warga India melatih robot AI dengan merekam aktivitas harian menggunakan kamera kepala.
-
Proyeksi satu miliar robot humanoid pada 2050 mengancam masa depan 490 juta pekerja informal.
-
Lembaga NITI Aayog mendesak perlindungan bagi tenaga kerja informal dari dampak lonjakan otomatisasi.
Suara.com - Ribuan warga India memproduksi data video aktivitas harian untuk melatih robot berbasis kecerdasan buatan. Langkah ini berpotensi menggantikan posisi pekerja informal di masa depan.
Ibu rumah tangga di Chennai memperoleh bayaran 250 rupee per jam untuk merekam aktivitas memasak. Rekaman tersebut dikirimkan ke perusahaan pengumpul data AI terkemuka.
Nagireddy Sriramyachandra menggunakan ponsel yang dipasang di kepala saat mengiris buah mangga di dapurnya. Video tersebut membantu sistem mekanik mempelajari gerakan presisi fisik manusia.
"Siapa lagi yang memberi Anda 250 rupee per jam hanya untuk melakukan pekerjaan rumah?" ujar Sriramyachandra, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (4/8/2026).
Perempuan berusia 25 tahun ini merasa optimis terhadap perkembangan teknologi canggih tersebut. Ia bahkan berencana memiliki perangkat robotik sendiri suatu hari nanti.
"Saya mungkin akan memiliki robot sendiri di masa depan," tambahnya.
Pengembangan navigasi mesin di alam nyata membutuhkan rekaman sudut pandang pertama atau data egosentris. Metodologi pelatihan visual ini mempercepat kemampuan imitasi perilaku manusia pada robot.
Para pengumpul data beroperasi melalui ruang studio khusus, fasilitas pabrik, hingga rumah pribadi. Mereka dilengkapi kacamata perekam video, kamera kepala, dan sensor gerak canggih.
Sistem aplikasi otomatis akan memberikan peringatan jika posisi tangan perekam tidak terdeteksi sempurna. Data visual kemudian disalurkan langsung ke klien perusahaan multinasional Fortune 500.
Baca Juga: Cadence dan NVIDIA Hadirkan AuraStack AI Super Agent, Waktu Desain PCB Bisa 2 Kali Lebih Cepat
"Perangkat ini berbunyi 'tangan tidak terdeteksi' ketika saya tidak merekam dengan benar," ungkap Sriramyachandra.
India kini memperkokoh posisinya sebagai pusat perantara pemrosesan serta anotasi data AI global. Lonjakan permintaan data terjadi seiring proyeksi penggunaan satu miliar robot humanoid pada 2050.
Spesialis tenaga kerja digital mengonfirmasi tren peningkatan penyedia jasa pengumpulan data visual ini. Ekspansi layanan data berlangsung masif di pusat teknologi Bengaluru.
"Kemungkinan besar layanan pengumpulan data ini akan meningkat," kata Aditi Surie.
Lembaga pemikir pemerintah NITI Aayog mengingatkan risiko nyata otomatisasi bagi tenaga kerja. Selama ini diskusi AI terlalu terfokus pada potensi kerugian pekerja kantoran saja.
Sektor formal dan informal membutuhkan perhatian seimbang menghadapi gelombang kecerdasan buatan. Sebanyak 490 juta pekerja informal merupakan tulang punggung utama perekonomian nasional India.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
-
Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN
-
Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum
-
Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!
-
Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat
-
Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat
-
Habiskan Malam Panjang di Ibu Kota: Intip 5 Cara Menikmati Jakarta hingga Dini Hari di PIK
-
Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI