News / Internasional
Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:11 WIB
Ilustrasi robot dengan sistem kecerdasan buatan (Shutterstock).
Baca 10 detik
  • Ribuan warga India melatih robot AI dengan merekam aktivitas harian menggunakan kamera kepala.

  • Proyeksi satu miliar robot humanoid pada 2050 mengancam masa depan 490 juta pekerja informal.

  • Lembaga NITI Aayog mendesak perlindungan bagi tenaga kerja informal dari dampak lonjakan otomatisasi.

"Hanya sedikit perhatian, jika ada, yang diberikan pada bagaimana AI dapat melayani 490 juta pekerja informal di India, orang-orang yang membentuk tulang punggung ekonomi kita," tulis NITI Aayog.

Pekerja perangkai bunga di Bengaluru turut serta meramalkan dampak buruk otomatisasi ini. Ia telah menjual data rekaman visual pembuatan karangan bunga dari pinggir jalan.

Ponni telah melakoni profesi pembuat karangan bunga jalanan selama satu dekade terakhir. Perempuan berusia 55 tahun ini khawatir akan nasib generasi penerus di bidangnya.

"Generasi berikutnya… yang mungkin harus melakukan pekerjaan serupa dengan saya, mereka akan menghadapi masalah," kata Ponni.

Laporan NITI Aayog diterbitkan menjelang konferensi tingkat tinggi AI global di India. Dokumen tersebut mendesak tindakan nyata untuk melindungi mata pencaharian masyarakat kelas bawah.

Load More