News / Internasional
Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:53 WIB
Sam Meychou (Polisi Kamboja)
Baca 10 detik
  • Sam Meychou ditahan polisi terkait kecelakaan maut yang menewaskan pejabat kementerian di Phnom Penh.

  • Pelaku sempat melarikan diri menggunakan tuk-tuk sebelum akhirnya menyerahkan diri didampingi ayahnya.

  • Kecelakaan terjadi akibat mobil pelaku mengambil jalur berlawanan saat berusaha menyalip kendaraan lain.

Suara.com - Media sosial tengah viral memberitakan seorang perempuan Kamboja, Sam Meychou dijuluki tahanan tercantik di sana. Siapa dia dan kena kasua apa?

Berita itu bermula saat Kepolisian Phnom Penh resmi menahan Sam Meychou terkait kecelakaan lalu lintas fatal yang merenggut nyawa seorang pejabat pemerintah. Wanita berusia 27 tahun tersebut diduga melompati jalur jalan hingga menabrak pengendara sepeda motor sampai tewas.

Korban tewas teridentifikasi bernama Kuoch Limhan, pejabat berusia 35 tahun dari Laboratorium Konstruksi dan Pekerjaan Umum Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi. Saat insiden terjadi pada malam 28 Juli, Limhan diketahui sedang membawa sekotak susu untuk bayi perempuannya.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dua wanita muda keluar dari mobil lalu meninggalkan lokasi kejadian menggunakan tuk-tuk. Mereka meninggalkan jasad ayah muda tersebut terkapar di jalanan yang basah akibat guyuran hujan.

Petugas mengamankan putri dari pengusaha bergelar Oknha ini pada 30 Juli sore hari. Kedua orang tua beserta anggota keluarga lainnya turut mendatangi markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan.

Simpang siur informasi sempat mewarnai proses penangkapan pelaku di lapangan. Sebagian sumber menyebut pelaku menyerahkan diri secara sukarela, sementara pihak lain mengklaim penangkapan terjadi saat pelaku berupaya kabur keluar negeri.

Media lokal DAP News awalnya melaporkan penahanan Meychou berlangsung di Bandara Internasional Techo saat hendak terbang ke Singapura. Namun, Kepala Kepolisian Daerah Phnom Penh Letnan Jenderal Choun Narin kemudian membagikan foto pertemuan keluarga pelaku dengan penyidik.

Melalui unggahan media sosial, Choun Narin mengonfirmasi bahwa ayah pelaku yang bergelar Oknha, Tong Hok Seng, kooperatif dalam membantu polisi melacak keberadaan putrinya. Hok Seng mendampingi langsung penyerahan sang anak ke Departemen Lalu Lintas Kepolisian Phnom Penh.

"Atas permintaan saya, ayah dari pengemudi yang bertanggung jawab atas kecelakaan lalu lintas tersebut bekerja sama dengan polisi spesialis dalam melacak keberadaan putrinya dan menyerahkannya ke Departemen Kepolisian Lalu Lintas Kepolisian Kota Phnom Penh," tulis Choun Narin dikutip The Star.

Baca Juga: Sama-sama Diperkuat Pemain Naturalisasi, Negara Tetangga Sirik dengan Timnas Indonesia

Berdasarkan keterangan resmi kepolisian, tabrakan maut ini berlangsung sekitar pukul 23.30 malam di sepanjang Jalan 1003, Komune Khmuonh, Distrik Sen Sok. Mobil AVATR 11 bernomor polisi Kamboja V.C.8989 mengambil jalur berlawanan arah saat berupaya menyalip kendaraan lain.

Mobil tersebut lantas menghantam keras sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai Limhan dari arah berlawanan. Benturan berkecepatan tinggi di jalur berlawanan tersebut mengakhiri hidup pejabat muda Kamboja itu di tempat kejadian.

Gelar Oknha merupakan gelar kehormatan sipil tertinggi di Kamboja yang diberikan kepada pengusaha kaya atas kontribusi finansial besar bagi negara. Kasus hukum yang melibatkan putri Konglomerat/Oknha ini menyita perhatian publik luas di Kamboja terkait penegakan hukum kecelakaan lalu lintas.

Load More