News / Internasional
Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:28 WIB
Ilustrasi terkini Jalur Gaza setelah blokade bantuan oleh Israel. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Indonesia mengecam keras serangan Israel karena melanggar kesepakatan gencatan senjata dan hukum internasional.

  • Faksi Palestina menyetujui implementasi rencana perdamaian fase kedua sejalan dengan Resolusi PBB.

  • Serangan berulang Israel memperparah krisis kemanusiaan dan merusak infrastruktur sipil di Jalur Gaza.

Suara.com - Pemerintah Indonesia melontarkan kritik keras atas tindakan agresi militer Israel yang menyasar pemukiman dan warga sipil di Jalur Gaza. Langkah sepihak tersebut dinilai menghancurkan peta jalan perdamaian yang tengah dirintis dunia internasional.

Sikap tegas diplomasi Indonesia ini membawa sudut pandang baru yang menekan Israel sebagai pihak utama pelanggar hukum internasional. Jakarta menegaskan bahwa tindakan brutal tersebut memperparah krisis kemanusiaan di Palestina.

“Tindakan yang dilakukan secara sengaja menghambat implementasi Gaza Peace Plan, dan memperburuk penderitaan rakyat Palestina,” kata Kementerian Luar Negeri RI dalam unggahan di platform media sosial X, Rabu (5/8/2026).

Viral kisah pilu dialami oleh seorang bocah perempuan di Jalur Gaza, Palestina [X]

Pemerintah mendesak militer Israel untuk segera menghentikan seluruh operasi tempurnya secara permanen di kawasan tersebut. Israel diwajibkan menghormati poin-poin kesepakatan gencatan senjata demi terciptanya stabilitas kawasan.

Langkah diplomatik ini diambil setelah kelompok perjuangan Palestina menunjukkan komitmen nyata terhadap proses damai. Indonesia menyambut positif keterbukaan seluruh faksi di Palestina dalam menerima implementasi fase lanjutan rancangan perdamaian.

“Hal ini merupakan langkah penting untuk proses penyelesaian konflik,” kata Kemlu RI.

Keselamatan masyarakat sipil dan akses bantuan kemanusiaan kini menjadi fokus utama yang harus dijamin oleh semua pihak. Jakarta menuntut pembukaan jalur logistik tanpa hambatan bagi tenaga medis dan relawan kemanusiaan.

Pemerintah Indonesia tetap konsisten mengawal kemerdekaan Palestina melalui koridor diplomasi internasional yang kredibel. Skema Solusi Dua Negara diyakini sebagai satu-satunya jalan keluar untuk mengakhiri pendudukan.

Ketegangan di Gaza kembali melonjak setelah aksi bombardir terbaru militer Israel memicu jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil. Insiden maut tersebut merenggut nyawa belasan penduduk lokal, termasuk anak-anak dan bayi.

Baca Juga: Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Aksi kekerasan ini terjadi hanya berselang dua hari dari pengumuman fase lanjutan gencatan senjata oleh pihak internasional. Publik Palestina menilai komitmen damai tersebut kini tidak lebih dari sekadar janji hampa.

Rangkaian serangan udara dan penyerbuan darat yang terus berulang membuktikan adanya pelanggaran sistematik terhadap kesepakatan damai. Otoritas Palestina mencatat ribuan aksi penyerangan telah menelan korban jiwa dan luka-luka sejak gencatan senjata disepakati.

Eskalasi ini merupakan kelanjutan dari penderitaan panjang warga Gaza akibat agresi militer yang berlangsung selama dua tahun terakhir. Kehancuran infrastruktur sipil mencapai tingkat mengkhawatirkan dan membutuhkan biaya pemulihan yang sangat besar.

Load More