News / Nasional
Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:15 WIB
Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan pemberangkatan pesawat pembawa garam semai pembentuk awan hujan berangkat dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung. (Dok: Ditjen SDA)

Karena itu, setelah setiap operasi selesai dilakukan, tim tidak hanya memantau radar cuaca dan data curah hujan, akan tetapi mengevaluasi perubahan elevasi muka air dan inflow di Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Pendekatan terpadu antara pemantauan cuaca dan hidrologi ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya air di DAS Citarum.

Evaluasi Operasi Modifikasi Cuaca untuk memaksimalkan tampungan bendungan kaskade Citarum. (Dok: Ditjen SDA)

Investasi untuk Ketahanan Air

Dengan prediksi musim kemarau yang lebih panjang, OMC menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam menjaga ketahanan air nasional. Upaya ini diharapkan mampu mengoptimalkan setiap peluang hujan yang masih tersedia sehingga cadangan air di Bendungan Kaskade Citarum tetap terjaga.

Semakin besar volume air yang berhasil disimpan sebelum kemarau mencapai puncaknya, semakin besar pula kemampuan sistem bendungan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mendukung irigasi pertanian, menjaga pasokan air baku, serta mempertahankan operasi pembangkit listrik tenaga air.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) memang bukan solusi tunggal menghadapi kekeringan. Namun, ketika dipadukan dengan pemantauan cuaca yang berkelanjutan dan pengelolaan bendungan secara terpadu, metode ini menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ketahanan infrastruktur sumber daya air dalam menghadapi perubahan iklim dan musim kemarau yang semakin ekstrem.***

Load More