News / Nasional
Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:26 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. [Suara.com/Faqih]
Baca 10 detik
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pergantian pimpinan merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (5/8/2026).
  • Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dan Wakil Ketua Ahmad Sahroni membantah adanya surat presiden tentang pergantian Kapolri.
  • DPR RI memastikan isu pergantian tersebut tidak mengganggu kinerja institusi kepolisian dan menilai kinerja Kapolri sudah baik.

Suara.com - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menanggapi isu adanya surat presiden (surpres) soal penggantian dirinya dari jabatan Kapolri.

Kapolri mengatakan bahwa keputusan penggantian pemimpin Korps Bhayangkara merupakan hak prerogatif atau hak istimewa Presiden Prabowo Subianto. Ia pun menyerahkan keputusan penggantian kepada Presiden.

“Itu kan prerogatif Presiden. Jadi, buat kita prajurit kan apa pun dilaksanakan. Kita menunggu saja,” ucapnya sebagaimana dilansir Antara, Rabu (5/8/2026).

Ia juga memastikan bahwa isu supres ini tidak mengganggu kinerja Polri.

“Sangat tidak (mengganggu kinerja, red.),” ujarnya.

Pada Selasa (4/8), Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman telah membantah isu adanya supres soal penggantian Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

“Tidak benar ada surat presiden soal penggantian Kapolri,” kata Habiburokhman dalam keterangan resminya.

Legislator bidang penegakan hukum tersebut mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar dan tidak memiliki dasar yang jelas.

Senada dengan Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni juga mengatakan tidak ada surpres ihwal penggantian Kapolri. Dia mengaku tidak mengetahui wujud surpres tersebut.

Baca Juga: Pimpinan Komisi III DPR Kompak Bantah Surpres Pergantian Kapolri Listyo Sigit

“Kami tidak ada, sama sekali belum ada,” ucap Sahroni.

Terlepas dari itu, Sahroni mengatakan Jenderal Sigit memiliki kinerja baik sebagai Kapolri selama lima tahun terakhir. Karenanya, dia menilai, belum ada urgensi untuk mengganti pucuk pimpinan di tubuh kepolisian tersebut.

“Dia kan bekerja luar biasa, walaupun ada kurangnya, wajarlah. Saya yakin Presiden mempertahankan Pak Sigit karena kinerjanya cukup baik,” kata Sahroni.

Load More