-
Iran dan Oman mematangkan kesepakatan koordinat rute pelayaran baru di Selat Hormuz.
-
Iran menilai ancaman militer Amerika Serikat masih membayangi kelancaran arus kapal.
-
Presiden Donald Trump mengklaim Selat Hormuz berpotensi dibuka kembali dalam waktu dekat.
Suara.com - Iran dan Oman mematangkan rancangan kesepakatan rute pelayaran baru untuk memulihkan navigasi kapal di Selat Hormuz. Langkah diplomatik ini menjadi terobosan penting di tengah ketegangan militer yang sempat melumpuhkan jalur perdagangan menyak dunia tersebut.
Kedua negara tetangga ini telah menyelesaikan pemetaan batas teknis agar lalu lintas laut dapat kembali melintas dengan aman. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa pemerintahnya sedang merampungkan pernyataan bersama dengan Oman.
Kesepakatan bilateral ini menawarkan kepastian titik koordinat navigasi yang sebelumnya memicu ketidakpastian bagi armada kapal dagang internasional. Langkah strategis tersebut diambil setelah Teheran selesai mengevaluasi seluruh aspek teknis dan keamanan di wilayah perairan vital itu.
"Kedua pihak telah mencapai kesepahaman mengenai koordinat geografis rute tersebut," kata Baghaei dikutip dari NHK, Kamis (6/8/2026).
Namun, ia menegaskan syarat utama keberhasilannya bergantung pada sikap pihak luar, "asalkan pihak ketiga tertentu tidak menghalangi proses tersebut."
Pihak Teheran menilai krisis penutupan jalur laut ini murni dipicu oleh tindakan militer pihak asing di kawasan tersebut. Baghaei menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas penutupan selat, dengan menyatakan hal itu merupakan konsekuensi dari agresi militer mereka.
Jaminan keamanan penuh di perairan strategis tersebut diakui belum sepenuhnya tercipta meski kesepakatan bilateral telah dicapai. Baghaei menekankan bahwa kesepahaman antara Iran dan Oman saja tidak menjamin pelayaran yang aman di selat itu karena AS masih menimbulkan ancaman keamanan.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat mengklaim adanya perkembangan positif yang signifikan terkait pembukaan kembali jalur pelayaran dunia tersebut. Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepada para wartawan pada hari Selasa bahwa jalur perairan tersebut dapat dibuka pada hari Rabu atau Kamis.
Trump optimistis pemulihan akses laut dapat terwujud dalam waktu dekat seiring pesatnya perkembangan di lapangan. Ia menyatakan bahwa banyak kemajuan telah dicapai dalam proses perundingan tersebut.
Baca Juga: Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai
Selat Hormuz merupakan jalur perairan paling krusial bagi distribusi minyak global yang menghubungkan produsen Timur Tengah dengan pasar dunia. Ketegangan militer baru-baru ini sempat menghentikan arus kapal tanker dan memicu kekhawatiran krisis energi global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Tanpa Amerika, Iran dan Oman Finalisasi Rute Pelayaran Selat Hormuz Agar Tidak Bersengketa
-
Fireflies of Winter: Antologi Romantis Tentang Harapan yang Nyaris Padam
-
Harga Beras Terus Naik, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp59.700 per Kg, Daya Beli Tertekan?
-
Hasil Pertemuan di Bandung, Kemenhut Perkuat Strategi Diplomasi Kehutanan Indonesia
-
Pejabat Kemenhut Disebut Terima 12.500 Dolar Singapura dari Suhardiman Amby
-
Purbaya: Siapapun Tak Ikuti Saya, Anggarannya Akan Dipotong, Termasuk Polisi-TNI
-
Kuota Internet Adalah Hak Milik! MK Wajibkan Operator Sediakan Opsi 'Anti-Hangus'
-
BGN Bongkar Pelanggaran SOP MBG, Dapur Kedapatan Memasak Terlalu Cepat
-
6 Sepatu Jalan dengan Desain Unik yang Tidak Pasaran, Nyaman Dipakai Seharian
-
Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Hari Ini Naik: Antam Menguat, UBS Paling Tinggi