News / Internasional
Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:30 WIB
Selat Hormuz (CNN)
Baca 10 detik
  • Iran dan Oman mematangkan kesepakatan koordinat rute pelayaran baru di Selat Hormuz.

  • Iran menilai ancaman militer Amerika Serikat masih membayangi kelancaran arus kapal.

  • Presiden Donald Trump mengklaim Selat Hormuz berpotensi dibuka kembali dalam waktu dekat.

Suara.com - Iran dan Oman mematangkan rancangan kesepakatan rute pelayaran baru untuk memulihkan navigasi kapal di Selat Hormuz. Langkah diplomatik ini menjadi terobosan penting di tengah ketegangan militer yang sempat melumpuhkan jalur perdagangan menyak dunia tersebut.

Kedua negara tetangga ini telah menyelesaikan pemetaan batas teknis agar lalu lintas laut dapat kembali melintas dengan aman. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa pemerintahnya sedang merampungkan pernyataan bersama dengan Oman.

Kesepakatan bilateral ini menawarkan kepastian titik koordinat navigasi yang sebelumnya memicu ketidakpastian bagi armada kapal dagang internasional. Langkah strategis tersebut diambil setelah Teheran selesai mengevaluasi seluruh aspek teknis dan keamanan di wilayah perairan vital itu.

Juru bicara Kemenlu Iran Esmaeil Baghaei. (ANTARA)

"Kedua pihak telah mencapai kesepahaman mengenai koordinat geografis rute tersebut," kata Baghaei dikutip dari NHK, Kamis (6/8/2026).

Namun, ia menegaskan syarat utama keberhasilannya bergantung pada sikap pihak luar, "asalkan pihak ketiga tertentu tidak menghalangi proses tersebut."

Pihak Teheran menilai krisis penutupan jalur laut ini murni dipicu oleh tindakan militer pihak asing di kawasan tersebut. Baghaei menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas penutupan selat, dengan menyatakan hal itu merupakan konsekuensi dari agresi militer mereka.

Jaminan keamanan penuh di perairan strategis tersebut diakui belum sepenuhnya tercipta meski kesepakatan bilateral telah dicapai. Baghaei menekankan bahwa kesepahaman antara Iran dan Oman saja tidak menjamin pelayaran yang aman di selat itu karena AS masih menimbulkan ancaman keamanan.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat mengklaim adanya perkembangan positif yang signifikan terkait pembukaan kembali jalur pelayaran dunia tersebut. Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepada para wartawan pada hari Selasa bahwa jalur perairan tersebut dapat dibuka pada hari Rabu atau Kamis.

Trump optimistis pemulihan akses laut dapat terwujud dalam waktu dekat seiring pesatnya perkembangan di lapangan. Ia menyatakan bahwa banyak kemajuan telah dicapai dalam proses perundingan tersebut.

Baca Juga: Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai

Selat Hormuz merupakan jalur perairan paling krusial bagi distribusi minyak global yang menghubungkan produsen Timur Tengah dengan pasar dunia. Ketegangan militer baru-baru ini sempat menghentikan arus kapal tanker dan memicu kekhawatiran krisis energi global.

Load More