- Partai Amanat Nasional menyatakan usulan Pilkada tanpa wakil kepala daerah layak dibahas untuk evaluasi sistem.
- Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin mengusulkan agar wakil kepala daerah cukup ditunjuk setelah kepala daerah ditetapkan.
- Saleh Partaonan Daulay menyebut wacana tersebut memerlukan kajian mendalam serta pelibatan masyarakat guna menyempurnakan demokrasi Indonesia.
Suara.com - Usulan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tanpa memilih wakil kepala daerah mulai mendapat respons positif dari kalangan partai politik. Partai Amanat Nasional (PAN) menilai gagasan tersebut layak dibahas lebih lanjut sebagai bagian dari evaluasi sistem Pilkada yang selama ini dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan.
Wakil Ketua Umum PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan usulan tersebut merupakan gagasan yang baik dan kini telah menjadi pembahasan di lintas fraksi di DPR RI.
Menurutnya, wacana tersebut tidak bisa diputuskan secara terburu-buru karena masih memerlukan kajian menyeluruh, termasuk menimbang kelebihan dan kekurangannya. Ia juga menilai masyarakat perlu dilibatkan dengan memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan.
"Selama ini memang terasa ada yang kurang dalam sistem pilkada. Sudah tepat dievaluasi. Bahkan kalau dinilai tidak baik, bisa diganti kapan saja," kata Saleh dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis.
Saleh menilai salah satu aspek penting yang harus dirumuskan ialah mekanisme pengisian jabatan apabila kepala daerah berhalangan tetap. Menurut dia, keberadaan figur pengganti tetap diperlukan sehingga perlu dipastikan mekanisme penunjukannya.
Ia menyebut opsi penggantian dapat dilakukan melalui pemilihan di DPRD maupun mekanisme lain yang melibatkan partai politik.
Selain itu, Saleh juga mendorong agar tugas, fungsi, dan kewenangan wakil kepala daerah dirumuskan kembali. Menurutnya, selama ini masih muncul anggapan bahwa wakil kepala daerah tidak diberi ruang menjalankan peran secara optimal, bahkan tidak jarang terjadi konflik dengan kepala daerah.
"Itu kan contoh tidak baik. Sementara, budaya kita menyebut bahwa para pemimpin adalah teladan. Mereka adalah contoh yang harus dipedomani," kata Ketua Komisi VII DPR RI itu.
Ia menegaskan PAN pada prinsipnya mendukung upaya penyempurnaan sistem demokrasi dan pemilu di Indonesia. Menurutnya, partainya akan bersikap kooperatif terhadap setiap perubahan aturan yang disepakati.
Baca Juga: Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
Wacana Pilkada tanpa wakil sebelumnya disampaikan Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin dalam rapat Komisi II DPR RI bersama Kementerian Dalam Negeri serta kepala dan wakil kepala daerah di Jakarta.
Khozin mengusulkan agar pemilih hanya memilih kepala daerah, sedangkan wakil kepala daerah ditunjuk setelah kepala daerah terpilih ditetapkan. Menurut dia, skema tersebut dapat menghindari posisi wakil kepala daerah yang selama ini dinilai hanya dimanfaatkan sebagai pendulang suara dalam Pilkada.
“Solusi yang kedua seperti apa? Perbaiki Undang-Undang Pilkadanya. Kita pilih saja kepala daerah tanpa wakil. Wakil kepala daerah cukup ditunjuk oleh kepala daerah. Ini biar tidak menjadi vote getter saja, kasihan wakil kepala daerah saat ini,” kata dia.
Berita Terkait
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?
-
Pakar Bongkar Biang Kerok Korupsi Pejabat: Pilkada Mahal Bikin Kepala Daerah Berutang Budi
-
PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!
-
Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Dari Rival Jadi Ikon: Jejak Tajam Pemain 'Pengkhianat' di Persib dan Persebaya
-
Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Mutilasi Depok, Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Riset Terbaru: Siram Atap dengan Air Hujan Terbukti Tekan Penggunaan AC saat Gelombang Panas
-
Jateng dan Kaltim Teken Kerja Sama Raksasa Rp20,2 Triliun, Pasok Pangan hingga Dukung IKN!
-
5 HP Murah untuk Orang Tua yang Tidak Ribet, Minim Iklan dan Awet: Mulai 2 Jutaan
-
Rahasia Garam Desa Les: Mineral Alami dari Tanah Beda dari Garam Biasa
-
Sempat Diragukan, Aksi Gotong Royong Warga Berbuah Bendera Merah Putih Setengah Kilometer
-
Novel Menuju Titik Nol: Ketika Pembunuhan Menjadi Akhir Bukan Awal Cerita
-
Temuan Baru di Ruang Yayasan Sekolah Swasta Jaksel: Ada AK-47, Narkoba, hingga Puluhan CD Porno!
-
Bui Bukan Lagi Jawaban Tunggal: Saat Sapu dan Cangkul Jadi Hukuman Baru di Lampung