- Pemerintah mengizinkan pesantren dan sekolah berasrama dengan lebih dari seribu siswa mendirikan dapur MBG.
- Lembaga pendidikan yang membangun dapur sendiri wajib memenuhi standar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi serta memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi.
- Kepala BGN Sudaryono menyatakan pemerintah telah memetakan lebih dari 13 ribu data dapur untuk menentukan daerah prioritas penanganan stunting.
Suara.com - Pemerintah memutuskan untuk mengizinkan pesantren maupun sekolah berasrama untuk membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri.
Akan tetapi, Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan ada syarat khusus terkait jumlah siswa untuk lembaga pendidikan itu membuka dapur MBG sendiri.
"Hari ini juga diputuskan bahwa pondok pesantren atau sekolah berbasis keagamaan yang memiliki lebih dari seribu siswa diperbolehkan membangun dapur sendiri, tetapi harus memenuhi standar SPPG," kata Zulkifli usai rapat recofusing MBG di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Apabila jumlah siswa kurang dari seribu, maka pesantren itu tidak diizinkan membuat dapur MBG sendiri.
Zulkifli menyampaikan, penyaluran MBG kemudian harus disalurkan melalui SPPG terdekat.
Ketua Umum PAN itu juga menekankan, harus mengutamakan standar kualitas dan higienitas dalam pembuatan dapur MBG.
"Misalnya pondok yang memiliki dua ribu santri bisa membuat dapur sendiri, tetapi tetap harus memenuhi standar SPPG dan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)," pesannya.
Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono mengatakan pemerintah telah memetakan ribuan dapur MBG yang siap dioperasikan, termasuk yang berada di lingkungan pondok pesantren.
Menurut Sudaryono, saat ini BGN telah memiliki data lebih dari 13 ribu dapur MBG dengan status pembangunan yang berbeda-beda, mulai dari yang masih dalam tahap perencanaan hingga telah rampung dibangun.
Baca Juga: Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
"Jadi sebenarnya sudah ada di data kita sekitar 13 ribu lebih dapur. Statusnya sudah ada semua. Ada yang masih bertitik, ada juga yang sudah selesai dibangun," kata Sudaryono.
Data tersebut kemudian dipadankan dengan data Kementerian Kesehatan untuk menentukan daerah prioritas, terutama wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi.
Ia memastikan proses pendataan juga mencakup pondok pesantren yang berpotensi menjadi lokasi penyelenggaraan dapur MBG.
"Termasuk pondok pesantren juga kami cek satu per satu," ucapnya.
Berita Terkait
-
Pesantren Kini Bisa Bangun Dapur MBG Sendiri, Ini Syaratnya
-
37 Ribu Siswa Keracunan MBG, Amnesty International Desak Pemerintah Hentikan Program
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol
-
707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Persib Bandung Pastikan Tak Ada Konvoi Jika Juara Piala Presiden 2026, Fokus Tatap Musim Baru
-
Ketum TP PKK Ajak Pelajar Biak Cintai Tanah Air Lewat Pemanfaatan Potensi Wisata Bahari
-
Pria di Sumbar Jual Kekasih Lewat MiChat untuk Layani Pelanggan
-
Syiar Muhammadiyah di Papua Barat: Rektor UMPB Pastikan RTL Baitul Arqam Berjalan Tuntas
-
Harga Minyak Dunia Naik saat Iran, Oman dan AS Mau Tentukan Nasib Selat Hormuz
-
1.700 Dapur MBG di Daerah Tinggi Stunting Bakal Beroperasi, Papua hingga NTT Jadi Prioritas BGN
-
Data Pertumbuhan Ekonomi Solid, Rupiah Konsisten Menguat atas Dolar AS
-
Ekonomi RI Belum Lepas dari Jawa, Indonesia-sentris Tinggal Slogan?
-
Komisi III Tegaskan Tak Ada Surpres Pergantian Kapolri, Publik Diminta Tak Percaya Isu Menyesatkan
-
Nakes Beri Komentar Tak Berempati ke Pasien BPJS, Menkes: Hati Saya Sedih