Bisnis / Ekopol
Senin, 03 Agustus 2026 | 08:43 WIB
Pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Tengah berbuntut panjang. Aksi protes para peternak ayam bersama Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) memuncak dengan penyegelan sementara Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani. Tangkapan layar.
Baca 10 detik
  • PLN Palangka Raya disegel usai pemadaman listrik bergilir.
  • Peternak ayam mengaku rugi hingga Rp360 juta per kandang.
  • PLN: Gangguan dipicu kerusakan PLTU dan dua pembangkit IPP.

Suara.com - Pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Tengah berbuntut panjang. Aksi protes para peternak ayam bersama Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) memuncak dengan penyegelan sementara Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani. Peristiwa tersebut viral di media sosial TikTok setelah diunggah akun @akunCeritaOomBM pada Senin (3/8/2026).

Dalam video yang beredar, massa aksi juga mengirim bangkai ayam yang telah membusuk ke halaman kantor PLN sebagai bentuk protes atas pemadaman listrik yang dinilai telah memicu kerugian besar bagi pelaku usaha peternakan.

Akun tersebut menyebut langkah ekstrem itu dilakukan karena manajemen PLN dianggap tidak menunjukkan empati terhadap dampak pemadaman yang telah berlangsung beberapa hari.

Menurut keterangan dalam unggahan tersebut, mayoritas peternakan ayam di Kalimantan Tengah menggunakan sistem close house yang sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik untuk mengoperasikan kipas ventilasi dan sistem sirkulasi udara. Ketika listrik padam, suhu kandang meningkat drastis sehingga ribuan ayam mengalami stres panas hingga mati massal.

Meski sebagian peternak memiliki generator cadangan, biaya operasionalnya dinilai terlalu tinggi untuk digunakan secara terus-menerus. Akibatnya, kerugian yang ditanggung peternak disebut mencapai ratusan juta rupiah.

Bahkan, satu kandang dengan kapasitas sekitar 40.000 ekor ayam dilaporkan berpotensi mengalami kerugian hingga Rp360 juta akibat kematian ternak dan terganggunya proses produksi.

Selain mendesak PLN segera memulihkan pasokan listrik, para peternak juga menuntut penjelasan, tanggung jawab, serta kompensasi atas kerugian yang mereka alami. Mereka mengancam akan melakukan aksi lanjutan apabila tidak ada solusi konkret dari perusahaan listrik negara tersebut.

Di sisi lain, PLN menyatakan gangguan pasokan listrik dipicu oleh kerusakan pada sejumlah pembangkit. General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono, menjelaskan gangguan bermula setelah generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan.

Tak hanya itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin sehingga kemampuan memasok daya ke sistem kelistrikan menurun.

Baca Juga: Tarif Listrik PLN per 1 Agustus 2026, Cek Tarif per kWh untuk Semua Golongan Pelanggan

Kondisi tersebut memaksa PLN menerapkan pengaturan beban atau pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah guna menjaga keandalan sistem selama proses pemulihan berlangsung.

PLN menegaskan seluruh personel telah diterjunkan untuk mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan. Perseroan juga mengimbau masyarakat menghemat penggunaan listrik, terutama pada pukul 18.00–21.00 WIB, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman bergilir.

Load More