News / Internasional
Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:40 WIB
Penembakan massal di sekolah Thailand tewaskan tujuh orang termasuk pelaku yang merupakan murid. (Skynews)
Baca 10 detik
  • Penembakan massal oleh seorang murid di sekolah Thailand menewaskan tujuh orang dan melukai 22 korban.

  • Pelaku membunuh kakek neneknya di rumah sebelum melepaskan 26 tembakan pistol di sekolah.

  • Pelaku tewas mengakhiri hidupnya sendiri setelah mengisolasi ratusan siswa dan guru di dalam kelas.

Suara.com - Aksi penembakan massal yang dilakukan seorang murid di sebuah sekolah di Provinsi Nonthaburi, Thailand, mengakibatkan sedikitnya 7 orang tewas dan 22 lainnya luka-luka. Peristiwa berdarah yang terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat ini bermula dari aksi pelaku membantai kakek dan neneknya di rumah sebelum menyasar lingkungan sekolah.

Laporan kepolisian mengonfirmasi bahwa korban tewas mencakup pelaku sendiri, tiga guru, dan tiga siswa. Sebelum melepaskan 26 tembakan dengan pistol milik anggota keluarganya di sekolah, pelaku telah lebih dulu menghabisi nyawa kakek dan neneknya di kediaman mereka.

Rekaman video yang beredar di media sosial merekam kepanikan serta momen mencekam saat para siswa berusaha menyelamatkan diri dari kejaran tembakan.

Siswa di Thailand menembak kakek neneknya lalu membantai enam orang di sekolah sebelum bunuh diri. (Skynews)

Informasi dari stasiun TV publik Thailand PBS menyebutkan bahwa para guru bertindak cepat mengamankan para siswa ke dalam ruang kelas.

PBS melaporkan guru-guru telah mengevakuasi siswa ke dalam ruang kelas, mengunci pintu, mematikan lampu, dan memberi tahu mereka untuk berbaring di lantai sambil menunggu pihak berwenang.

Langkah tanggap darurat tersebut berhasil mencegah bertambahnya jumlah korban jiwa di dalam area sekolah berkapasitas besar tersebut. Para siswa bertahan dalam kegelapan hingga kepolisian dan tim medis berhasil menguasai situasi di lokasi kejadian.

Perbedaan data sempat muncul terkait jumlah korban tewas dari unsur tenaga pendidik. Wakil Menteri Dalam Negeri sempat menyebut lima guru tewas, namun pihak kepolisian mengonfirmasi jumlah akhir korban tewas adalah tiga guru dan tiga siswa.

Menteri Kesehatan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri mengonfirmasi sedikitnya 22 orang mengalami luka-luka dalam insiden ini. Dari puluhan korban luka tersebut, sembilan di antaranya saat ini berada dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan intensif.

Mengenai status pelaku, sempat beredar laporan yang simpang siur pasca-penembakan. Namun, laporan terbaru dari Reuters dan PBS mengonfirmasi bahwa pelaku tewas di tempat akibat mengakhiri hidupnya sendiri usai melancarkan aksi penembakan.

Baca Juga: Purbaya Rayu Toyota Pindahkan Pabrik dari Thailand ke Indonesia, Siap Kasih Semua Insentif

Penyelidikan awal kepolisian mengungkap bahwa senjata api jenis pistol yang digunakan pelaku diduga kuat diambil dari salah seorang anggota kerabatnya. Pelaku membawa senjata tersebut ke sekolah dan langsung melepaskan puluhan amunisi secara brutal.

Sekolah yang menjadi lokasi tragedi ini berada di kawasan utara Bangkok dan dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan ternama di Thailand. Berdasarkan data otoritas distrik setempat, sekolah ini memiliki sekitar 3.100 siswa terdaftar dan didukung oleh 147 tenaga pengajar.

Insiden ini menjadi salah satu tragedi penembakan sekolah paling mematikan di kawasan tersebut, mengingat pelakunya merupakan murid aktif dari sekolah itu sendiri. Kepolisian setempat hingga kini masih mendalami motif di balik aksi pembantaian domestik hingga aksi teror massal di lingkungan pendidikan tersebut.

Load More