Kasus ISPA Jakarta Naik di Tengah Wabah Influenza A

Selasa, 22 September 2026 | 08:34 WIB
Pasien dengan gejala batuk dan sesak antre memeriksakan diri di Poli Batuk dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Puskesmas Mampang Prapatan, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan kasus ISPA meningkat sekitar 15,7 persen.
  • Kementerian Kesehatan RI mencatat spesimen influenza nasional melonjak hingga 51 persen yang didominasi oleh virus Influenza A.
  • Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta tidak panik menghadapi situasi ini.

Suara.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengonfirmasi adanya tren kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di ibu kota, di tengah meluasnya penularan virus Influenza A secara nasional.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati memaparkan kondisi tersebut berdasarkan pemantauan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Berdasarkan data Puskesmas di DKI Jakarta, kasus ISPA di Jakarta menunjukkan peningkatan sesuai pola musiman, meningkat sekitar 15,7 persen,“ ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).

Kendati angka keluhan pernapasan merangkak naik, Ani menegaskan bahwa gangguan kesehatan tersebut tidak serta-merta disimpulkan akibat dari Influenza A semata.

“ISPA dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko dan kuman penyebab,“ tuturnya.

Kondisi keterisian di berbagai fasilitas rujukan rumah sakit di Jakarta sejauh ini pun terpantau masih stabil dan aman.

“Dari data kunjungan RS melalui SIRS Online belum dapat dikatakan terjadi lonjakan yang signifikan,“ katanya.

Secara nasional, data pemantauan surveilans Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebelumnya memang mencatat proporsi positif spesimen influenza melonjak hingga menyentuh angka 51 persen pada minggu ke-36.

Lonjakan infeksi di tanah air tersebut didominasi oleh virus Influenza A yang kini telah bermutasi menjadi flu musiman.

Fasilitas kesehatan di sejumlah daerah melaporkan kasus terbanyak dialami oleh anak-anak usia balita dan sekolah dasar dengan gejala khas berupa demam tinggi mendadak.

Meski tingkat kenaikan kasus ISPA di Jakarta dinilai belum signifikan, Dinkes DKI tetap meminta masyarakat meningkatkan proteksi diri dari penularan Influenza A.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik, dan tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit atau di tempat ramai, menerapkan etika batuk, serta menjaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi seimbang, cukup minum, dan cukup istirahat,“ pintanya.

Warga juga dianjurkan segera mencari penanganan medis di puskesmas atau rumah sakit apabila demam tinggi tidak kunjung reda setelah dua hingga tiga hari atau timbul gejala sesak napas.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com