-
Penembakan di sekolah Thailand oleh remaja 14 tahun menewaskan lima guru dan melukai puluhan siswa.
-
Pelaku menggunakan senjata api milik kakeknya setelah sebelumnya menembak kakek dan neneknya sendiri di rumah.
-
Tragedi berdarah ini kembali memicu desakan publik untuk memperketat aturan kepemilikan senjata api di Thailand.
Suara.com - Rentetan tembakan penembakan massal terdengar mendadak di tengah berlangsungnya jam pelajaran terakhir sebelum akhir pekan di sekolah yang terletak tak jauh dari Bangkok Thailand. Pelakunya tak lain adalah siswa sekolah itu yang berondongkan 26 peluru ke arah guru dan murid.
Para siswa yang panik langsung berhamburan menyelamatkan diri menembus gerbang dan memanjat pagar sekolah untuk menghindari amukan pelaku. Salah satu seorang siswi yang selamat bercerita soal detik-detik penembakan terjadi.
"Saya sedang berdiri di depan guru ketika dia tertembak," ujar seorang siswi kelas 7 kepada BBC di dekat gerbang Sekolah Debsirin di Nonthaburi.
"Dia sedang berbicara dengan saya ketika [penembak] muncul."
Siswi yang masih mengenakan seragam lengkap bersama ibunya tersebut menceritakan bagaimana pelaku bergerak mengincar korban dari satu ruang kelas ke ruang kelas lainnya.
"Saya harus memanjat pagar sekolah untuk melarikan diri bersama teman-teman lainnya," lanjut gadis tersebut.
Ibunya mengungkapkan betapa mencekamnya situasi saat itu hingga sang anak merasa tidak akan selamat.
"[Dia berkata] 'Aku pikir aku tidak akan pernah melihatmu lagi'."
Seorang siswa berusia 18 tahun mengaku sempat mengira suara rentetan tembakan tersebut merupakan ledakan petasan biasa.
Baca Juga: Siswa Thailand Tembak Mati 5 Guru dan 9 Orang Kritis, Setelah Itu Bunuh Diri
"Awalnya saya tidak menyangka itu adalah senjata api," katanya kepada Reuters.
"Ada banyak tembakan: bang bang bang. Lalu hening. Kemudian terdengar lagi."
Sejumlah petugas medis dan ambulans langsung dikerahkan ke lokasi untuk memberikan pertolongan darurat serta melarikan para korban luka ke rumah sakit terdekat.
Petugas penyelamat Kiatikhun Verapongpradith bergegas menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan adanya anak-anak berusia 12 tahun yang menjadi korban luka.
"Saya melihat siswa-siswa yang tertembak, ada yang di lengan, ada yang di punggung, ada yang di dada. Jadi saya bergegas membantu membawa mereka ke rumah sakit terlebih dahulu," kata petugas penyelamat berusia 47 tahun itu kepada kantor berita Reuters.
Duka mendalam dirasakan oleh para pengajar yang kehilangan rekan sejawat mereka dalam tragedi berdarah ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus