- Yayasan sekolah swasta Kebayoran Lama meminta perlindungan hukum kepada KPAI dan Kemendikdasmen pada Senin, 10 Agustus 2026.
- Permohonan itu diajukan demi melindungi mental dan fisik ratusan siswa serta guru akibat temuan ratusan senjata.
- LPSK menyatakan belum menerima permohonan perlindungan dan wajib menelaahnya terlebih dahulu jika nantinya ada pengajuan resmi.
Suara.com - Yayasan sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan atau Sekolah Islam Harapan Ibu mulai mengajukan perlindungan ke sejumlah lembaga, buntut temuan 995 senjata di lingkungan tempat anak-anak menimba ilmu.
Pihak yayasan melalui tim kuasa hukum memutuskan untuk bersurat kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Mereka meminta perlindungan hukum serta pendampingan psikologis atau keamanan bagi 580 siswa dan 140 guru yang aktif di sekolah, agar tidak terdampak secara mental maupun fisik akibat kehebohan kasus ini.
Namun, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Susilaningtias, memastikan pihaknya belum menerima satu pun permohonan perlindungan terkait kasus temuan 995 senjata di yayasan sekolah swasta Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
"Belum ada pengajuan permohonan," kata Susilaningtias saat dikonfirmasi Suara.com, Senin (10/8/2026).
Sekalipun permohonan perlindungan nantinya diajukan pihak yayasan, LPSK tidak akan serta-merta mengabulkannya begitu saja.
"Kalau ada permohonan kepada LPSK, maka tentu kami lakukan penelaahan terlebih dahulu sebelum kami memutuskan," jelas Susilaningtias.
Penelaahan itu, kata dia, menjadi tahap wajib yang harus dilalui sebelum LPSK mengambil keputusan atas setiap permohonan yang masuk.
Susilaningtias kembali menegaskan bahwa status pemohon perlindungan tidak lantas membuat permohonan itu langsung disetujui.
Baca Juga: Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR
Kasus ini sendiri bermula dari penemuan 995 pucuk senjata di sebuah ruangan yang sebelumnya ditempati eks Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD.
Ruangan tersebut baru terbuka setelah sengketa kepengurusan yayasan membuat pengurus baru memperoleh akses untuk memasukinya.
Selain senjata, penggeledahan lanjutan juga menemukan amunisi, kaset video porno, serta barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja di lokasi yang sama.
Berita Terkait
-
Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal
-
Keluarga Sutrimo Diancam Usai Lapor Polisi? LPSK Segera ke Banyumas Siap Beri Perlindungan Darurat
-
Deretan Fakta Sekolah Islam Harapan Ibu: Warisan Wapres sampai Pinjam Uang Demi Lapangan Padel
-
Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
LPSK Buka Suara soal Peluang Sekolah Islam Harapan Ibu Dapat Perlindungan Usai Temuan 995 Senjata
-
Shopee - Tokopedia Tunda Pungut PPh 22, Uang Seller Dikembalikan Mulai 14 Agustus
-
Beda Rice Cooker dan Magic Com, Jangan sampai Salah Pilih untuk Masak Nasi
-
BRIN Kaji Panel Surya Generasi Baru untuk Dorong Kemandirian Energi Indonesia
-
Anggota Geng Motor di Deli Serdang Ditangkap Jual Sabu di Rel Kereta Api
-
Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump
-
Kapal dari Teluk Thailand Bawa 1,3 Ton Ketamine, Disembunyikan di Ruang Rahasia ABK
-
Jebakan Narsisme Kebudayaan: Mengapa Delegasi Mahasiswa Harus Berhenti Sekadar Jadi 'Performer'
-
JPPI Minta Evaluasi Buku Pelajaran Tak Dimanfaatkan untuk Kepentingan Bisnis
-
Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra