- Pengelola Toko Setia Jaya di Pasar Tanah Abang, Clara, menyatakan penjualan baju adat turun lima puluh persen menjelang HUT RI ke-81.
- Kondisi penjualan pada perayaan kemerdekaan tahun ini jauh lebih sepi dibandingkan momen peringatan Hari Kartini pada tahun yang sama.
- Untuk menutupi penurunan pendapatan tersebut, toko konvensional yang berdiri hampir empat puluh tahun ini mulai beralih memanfaatkan penjualan secara daring.
Suara.com - Penjualan baju adat daerah diperkirakan mengalami penurunan menjelang peringatan ulang tahun Republik Indonesia ke-81 pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Pengelola Toko Setia Jaya di Pasar Tanah Abang, Clara, mengatakan terjadi tren penurunan jumlah pembeli pada momen menjelang peringatan kemerdekaan tahun ini.
Pada tahun lalu, penjualan baju adat di toko miliknya masih terbilang lebih baik. Apalagi, beberapa peserta upacara di Ibu Kota Nusantara (IKN) memesan baju adat dari tokonya.
"Tahun lalu jauh lebih ramai," kata Clara kepada Suara.com pada Senin (10/8/2026).
Pada tahun ini, penjualan baju adat di Toko Setia Jaya mengalami penurunan hingga mencapai 50 persen. Jika dibandingkan dengan momen Hari Kartini, penjualan baju adat pada momen HUT RI ke-81 ini terbilang jomplang pada tahun yang sama.
"Tahun ini lebih ramai Kartini. Kayaknya 70% Kartini 30% Agustusan," tambahnya.
Rentang harga baju adat di Toko Setia Jaya berkisar dari Rp150 ribu hingga Rp300 ribu. Untuk ukuran anak-anak, harga paling murah dibanderol Rp20 ribu.
Ia menduga tren penurunan tersebut disebabkan situasi ekonomi dalam negeri yang cenderung tidak stabil.
Beruntung, Clara juga dapat membaca situasi pasar yang kini lebih banyak beralih ke pasar online. Kini, Toko Setia Jaya juga menjajakan dagangannya melalui toko online untuk menopang pemasukan.
Baca Juga: Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan
"Karena customer kita juga kebanyakan online,".
Meski begitu, Toko Setia Jaya telah hampir 40 tahun konsisten menyediakan baju adat. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk upaya pelestarian budaya.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
-
Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan
-
Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus
-
Jualan Pernak-Pernik 17 Agustus Tak Seramai Dulu, Pedagang Keluhkan Gempuran Toko Online
-
Panglima TNI Pastikan HUT RI Aman, Personel Disiapkan di Berbagai Wilayah
-
Starting XI Belanda Kelahiran Indonesia Era Kolonial: Lengkap dengan Data Lahir dan Jejak Timnas
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Aksi Damai Para Peternak Ayam di Berbagai Daerah
-
Viral Kurir SPX Express Kembalikan Uang Rp92 Juta, Ini Sosok di Balik Itikad Jujurnya
-
Jelang HUT RI ke-81, Penjualan Baju Adat Anjlok 50 Persen: Agustusan Kalah Ramai dari Kartini
-
Denyut Tradisi Bali dalam Bait-Bait 'Saiban' Karya Oka Rusmini
-
Prabowo Percayakan BI ke Destry Damayanti, Investor Langsung Percaya Diri
-
Tren Skincare Makin Berbasis Sains, Perawatan Kulit Kini Menyasar hingga Tingkat Sel
-
Istri Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Palu Sempat Ungkap Ciri-ciri Pelaku Sebelum Meninggal
-
Ojol Berstatus UMKM Bakal Kena Pajak? Menteri Maman Tegaskan Itu Hoaks
-
4 Acne Micellar Water Bebas Alkohol, Rawat Kulit Berjerawat Tanpa Iritasi
-
Perpres Ojol: Ojek Online Masuk Golongan Pengusaha UMKM, Bukan Pekerja