- KPAI menilai penerapan pembelajaran jarak jauh oleh sekolah swasta di Kebayoran Lama sangat tepat demi keamanan siswa.
- Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan ratusan airsoft gun, senjata api, narkotika, serta barang pornografi di yayasan sekolah.
- Kepolisian masih menyelidiki asal-usul serta kepemilikan seluruh barang berbahaya yang ditemukan di lingkungan sekolah tersebut.
Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai aspek keamanan dan keselamatan siswa harus menjadi prioritas setelah ditemukannya berbagai jenis senjata, narkotika, serta barang bermuatan pornografi di lingkungan sebuah sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Anggota KPAI Diyah Puspitarini mengatakan keputusan pihak sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama proses pemeriksaan merupakan langkah yang tepat untuk memastikan siswa tetap berada dalam kondisi aman dan kegiatan belajar tidak terganggu oleh situasi yang tengah berlangsung.
“Keputusan sekolah untuk PJJ sudah sangat tepat mengingat langkah ini demi keamanan kondisi anak-anak dan menjaga kondusifitas belajar,” kata Diyah di Jakarta, Selasa (11/8/2026), dikutip dari ANTARA.
Pihak sekolah diketahui menerapkan PJJ secara penuh selama satu pekan, mulai Senin (10/8) hingga Jumat (14/8). Kebijakan tersebut diberlakukan setelah aparat mengungkap keberadaan sejumlah barang berbahaya di salah satu area lingkungan yayasan sekolah.
Menurut KPAI, penerapan PJJ untuk sementara waktu dapat memberikan ruang bagi aparat dan pihak terkait melakukan pemeriksaan tanpa menempatkan siswa dalam situasi yang berpotensi mengganggu keamanan maupun kenyamanan mereka.
Polisi Temukan Ratusan Airsoft Gun
Kasus tersebut mencuat setelah Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan ratusan unit airsoft gun dari gudang salah satu yayasan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama.
Total terdapat 995 unit airsoft gun yang diamankan. Barang tersebut terdiri atas 776 unit revolver airsoft gun dan 215 unit pistol airsoft gun.
Selain itu, polisi juga menemukan empat pucuk senapan angin, satu pucuk senjata api merek Francispa, serta empat laras senjata panjang pabrikan.
Baca Juga: Tanpa Rencana Matang, Ganti Buku Pelajaran Berisiko Jadi Proyek Besar Rawan Korupsi
Temuan tersebut kemudian berkembang setelah petugas menemukan sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan narkotika dan materi bermuatan pornografi.
Polisi mengamankan dua linting yang diduga berisi narkotika jenis ganja serta satu paket yang diduga sabu. Dalam pemeriksaan di lingkungan sekolah tersebut, turut ditemukan CD/VCD bermuatan pornografi.
Pemeriksaan Masih Berlangsung
Di tengah proses penyelidikan, pihak sekolah memilih menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan menggantinya dengan sistem PJJ selama lima hari sekolah.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah untuk menjaga keamanan peserta didik sekaligus memberikan kesempatan bagi aparat melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap temuan di lingkungan yayasan.
KPAI menilai situasi tersebut perlu ditangani secara hati-hati karena sekolah merupakan lingkungan yang seharusnya memberikan rasa aman bagi anak selama mengikuti proses pendidikan.
Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui asal-usul dan kepemilikan berbagai barang yang ditemukan, termasuk ratusan airsoft gun, senjata api, senapan angin, laras senjata, serta barang yang diduga narkotika.
Hasil penyelidikan nantinya diharapkan dapat menjelaskan bagaimana barang-barang tersebut dapat berada di lingkungan yayasan sekolah dan apakah terdapat unsur pelanggaran hukum dalam kepemilikan maupun penyimpanannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Warga Malaysia Bawa Narkoba Kembali Ditangkap di Bandara, Kali Ini di India
-
Kejar Percepatan Pembangunan, Disdik Jaksel Relokasi Dua SD di Kebayoran Lama Selatan
-
Rekomendasi Bedak Wardah untuk Kulit Bruntusan, Makeup Jadi Flawless dan Kulit Tetap Aman
-
Temuan Senjata di Sekolah, PJJ Jadi Langkah Tepat Jaga Keamanan Siswa
-
Duit Rp1 Triliun untuk Pembangunan Jalan Lintas Bono Pelalawan
-
Kemenko Polkam Buka Suara soal Motor Wartawan yang Raib di Depan Kantornya
-
Pesan Tegas dari Ruang Ganti Timnas Indonesia: Terima Sakitnya, Lalu Bangkit di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Ulasan Film Toko Perlengkapan Mayat: Kisah Tragis Keluarga Tumbal Penglaris
-
12,5 Detik yang Guncang Kolombia, Begini Misteri Gempa 7,4 dari Kedalaman Bumi
-
Pinjaman Rp50 Juta di KUR BRI Cicilannya Cuma Rp9 Ribuan Per Hari? Cek Rinciannya