News / Nasional
Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:47 WIB
Ilustrasi Kekeringan Akibat El Nino (dok.Pexels/Jonathan)

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi seiring dengan penguatan El Nino.

Indeks El Nino tembus 1,56

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan hasil pemantauan pada akhir Juni menunjukkan indeks bulanan El Nino 3.4 telah mencapai 1,56.

Angka tersebut menunjukkan intensitas El Nino telah melewati batas yang digunakan untuk mengidentifikasi kondisi El Nino.

Pada saat yang sama, suhu permukaan laut di Samudra Hindia tercatat -0,387. Kondisi ini mengindikasikan potensi munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada September hingga Desember 2026.

Meski El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027, Ardhasena mengatakan dampak terbesar terhadap Indonesia tidak terjadi sepanjang periode tersebut.

Menurut dia, dampak El Nino akan paling terasa ketika fenomena tersebut berlangsung bersamaan dengan musim kemarau.

"Namun, perlu digarisbawahi dampaknya ke Indonesia terjadi ketika El Nino bertemu langsung dengan musim kemarau. Meskipun El Nino terus berlangsung hingga awal 2027, dampak utamanya terfokus pada periode musim kemarau di wilayah Indonesia," ujarnya.
Hampir separuh wilayah Indonesia alami puncak kemarau pada Agustus
BMKG memperkirakan sekitar 48,84% wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Sementara itu, sekitar 25,41% wilayah lainnya diperkirakan baru memasuki puncak kemarau pada September.

Baca Juga: Karhutla Papua Selatan Meluas: Mengapa Kalender Pencegahan Perlu Disesuaikan?

Ancaman kekeringan juga diperbesar oleh durasi musim kemarau yang lebih panjang dari kondisi normal.

BMKG memperkirakan 437 Zona Musim (ZOM), atau sekitar 48,77% wilayah Indonesia, akan mengalami musim kemarau lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap kekeringan dan karhutla perlu ditingkatkan, terutama di wilayah yang memasuki puncak kemarau dalam beberapa bulan ke depan.

Penulis: Chairunisa

Load More