News / Metropolitan
Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:55 WIB
Pemprov DKI Jakarta Mengembangkan POO Ciangir untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Jakarta (dok. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta)

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengembangkan Pusat Olah Organik (POO) Ciangir di Kabupaten Tangerang sebagai kawasan terpadu guna memperkokoh ketahanan pangan ibu kota.

Kawasan tersebut sengaja dirancang dengan menggabungkan berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga budidaya maggot dalam satu ekosistem.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa pengembangan kawasan Ciangir diharapkan bisa menjadi salah satu penopang terhadap ketersediaan pangan yang berkelanjutan di Jakarta.

Menurutnya, seluruh aktivitas di kawasan itu akan saling terhubung sehingga terciptalah sistem produksi pangan yang lebih efisen.

"Ciangir akan dikembangkan sebagai kawasan peternakan terintegrasi dan Pusat Olah Organik untuk memperkuat ketahanan pangan. Berbagai kegiatan di dalamnya akan saling terhubung sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan," ujar Pramono, dikutip dalam lama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Senin (3/8).

Untuk kawasan Ciangir sendiri mempunyai luas sekitar 100 hektare. Nantinya sekitar 40 hektare dari luas tersebut dimanfaatkan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan 20 hektare oleh Perumda Dharma Jaya.

Pembagian kawasan tersebut diperuntukkan untuk pengembangan berbagai budidaya hewan dalam upaya mendukung ketahanan pangan. Kawasan tersebut dimanfaatkan untuk budidaya sapi, bebek, ayam, ikan, pengembangan maggot Black Soldier Fly (BSF), sekaligus kegiatan pertanian.

Dengan mengintegrasikan berbagai sektor, diharapkan akan meningkatkan produktivitas serta memperkuat rantai pasok pangan bagi masyarakat Jakarta dan Banten.

Pramono mengungkapkan pengembangan kawasan Ciangir ini merupakn wujud kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten. Menurutnya, kerja sama antar daerah tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan pangan.

Baca Juga: Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja

"Kolaborasi ini akan terus kami perkuat agar manfaat pengembangan kawasan Ciangir dapat dirasakan lebih luas," ujarnya.

Tak hanya itu, Pemprov DKI turut menggerakkan keterlibatan tenaga lokal dalam pengelolaan kawasan. Demikian, POO Ciangir membuka peluang kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni memberikan apresiasi terhadap jalinan kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung pasokan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

"Pengembangan kawasan peternakan terintegrasi dan Pusat Olah Organik Ciangir diharapkan mampu memperkuat ketersediaan pangan bagi masyaralat di kedua wilayah sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui pelibatan masyarakat lokal," terang Andra.

Pada sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi membeberkan bahwa POO Ciangir akan dikembangkn secara bertahap.

Awalnya, fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan bahan organik hingga 50 ton per hari. Selanjutnya akan ditambah menjadi 200 ton per hari hingga 1.000 ton per hari setelah berkembang menjadi POO Ultimate.

Load More