Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mengembangkan Pusat Olah Organik (POO) Ciangir di Kabupaten Tangerang sebagai kawasan terpadu guna memperkokoh ketahanan pangan ibu kota.
Kawasan tersebut sengaja dirancang dengan menggabungkan berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, perikanan, hingga budidaya maggot dalam satu ekosistem.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa pengembangan kawasan Ciangir diharapkan bisa menjadi salah satu penopang terhadap ketersediaan pangan yang berkelanjutan di Jakarta.
Menurutnya, seluruh aktivitas di kawasan itu akan saling terhubung sehingga terciptalah sistem produksi pangan yang lebih efisen.
"Ciangir akan dikembangkan sebagai kawasan peternakan terintegrasi dan Pusat Olah Organik untuk memperkuat ketahanan pangan. Berbagai kegiatan di dalamnya akan saling terhubung sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan," ujar Pramono, dikutip dalam lama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Senin (3/8).
Untuk kawasan Ciangir sendiri mempunyai luas sekitar 100 hektare. Nantinya sekitar 40 hektare dari luas tersebut dimanfaatkan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan 20 hektare oleh Perumda Dharma Jaya.
Pembagian kawasan tersebut diperuntukkan untuk pengembangan berbagai budidaya hewan dalam upaya mendukung ketahanan pangan. Kawasan tersebut dimanfaatkan untuk budidaya sapi, bebek, ayam, ikan, pengembangan maggot Black Soldier Fly (BSF), sekaligus kegiatan pertanian.
Dengan mengintegrasikan berbagai sektor, diharapkan akan meningkatkan produktivitas serta memperkuat rantai pasok pangan bagi masyarakat Jakarta dan Banten.
Pramono mengungkapkan pengembangan kawasan Ciangir ini merupakn wujud kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten. Menurutnya, kerja sama antar daerah tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan pangan.
Baca Juga: Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
"Kolaborasi ini akan terus kami perkuat agar manfaat pengembangan kawasan Ciangir dapat dirasakan lebih luas," ujarnya.
Tak hanya itu, Pemprov DKI turut menggerakkan keterlibatan tenaga lokal dalam pengelolaan kawasan. Demikian, POO Ciangir membuka peluang kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni memberikan apresiasi terhadap jalinan kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung pasokan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Pengembangan kawasan peternakan terintegrasi dan Pusat Olah Organik Ciangir diharapkan mampu memperkuat ketersediaan pangan bagi masyaralat di kedua wilayah sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui pelibatan masyarakat lokal," terang Andra.
Pada sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi membeberkan bahwa POO Ciangir akan dikembangkn secara bertahap.
Awalnya, fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan bahan organik hingga 50 ton per hari. Selanjutnya akan ditambah menjadi 200 ton per hari hingga 1.000 ton per hari setelah berkembang menjadi POO Ultimate.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kim Soo Hyun Comeback TV, Jadi Special Guest dalam Acara Mahakarya RCTI 37
-
Membongkar Pesan Posesif dan Self Love di Balik Judul Nyeleneh MMG Naykilla
-
Harga Vape Lebih Murah dari Rokok Konvensional, Remaja Jadi Kelompok Rentan
-
FIFA Restui Awaydays di Super League, tapi Persija-Persib dan Arema-Persebaya Tak Masuk Hitungan
-
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Pidie Aceh, 7 Tewas
-
Emisi Metana TPA AS Disebut Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan, Apa Penyebabnya?
-
DKI Kembangkan Pusat Olah Organik Ciangir untuk Perkuat Ketahanan Pangan, Seberapa Efektif?
-
Kebakaran Hebat di Pondok Kelapa, Pabrik Bingkai hingga 9 Kontrakan Ludes
-
'Kata Siapa Sudah Merdeka?' Ucapan Tukang Cukur Bogor Bikin Heboh Jelang HUT RI
-
Generasi Muda dan Kemerdekaan Ekonomi: Ketika Lapangan Kerja Jadi Tantangan