Hendarsam mengatakan, kemudahan proses visa menjadi salah satu bagian penting untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi penyelenggaraan acara internasional.
“Kalau visa kita tidak disediakan, tidak bisa masuk. Sebegitu strategisnya Imigrasi sebenarnya,” ujarnya.
Melalui layanan fast track, Imigrasi ingin memberikan kemudahan bagi performer internasional maupun atlet yang datang ke Indonesia. Kebijakan tersebut diharapkan turut memberikan dampak terhadap perekonomian nasional karena kedatangan penonton, penggemar, maupun wisatawan dari negara lain dapat meningkatkan aktivitas ekonomi.
Hendarsam menilai Indonesia perlu membangun citra sebagai negara yang ramah terhadap penyelenggaraan event internasional, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.
Hadirkan PASPORYA hingga PMI Lounge
Dari sisi pelayanan masyarakat, Imigrasi juga menjalankan program PASPORYA, yakni layanan paspor yang dilaksanakan di luar hari kerja dan di luar kantor imigrasi.
Program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengurus paspor pada hari kerja. Layanan PASPORYA telah dilakukan di berbagai wilayah dan juga dihadirkan dalam sejumlah event tertentu.
Menurut Hendarsam, tingginya kebutuhan masyarakat terlihat dari pelaksanaan layanan di sejumlah kegiatan yang selalu mendapatkan respons tinggi.
Selain itu, Imigrasi memperluas program Desa Binaan Imigrasi dan PIPASA. Sebanyak 516 petugas PIPASA disiapkan untuk mendekatkan layanan dan edukasi keimigrasian kepada masyarakat di tingkat desa.
Baca Juga: Lampaui Target, Bahlil Bidik PNBP ESDM 2026 Lebih dari Rp136,18 Triliun
Program ini antara lain diarahkan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya keberangkatan pekerja migran secara ilegal dan nonprosedural. Pendekatan yang dilakukan juga disesuaikan dengan karakteristik dan persoalan masing-masing daerah. ***
Berita Terkait
-
Lampaui Target, Bahlil Bidik PNBP ESDM 2026 Lebih dari Rp136,18 Triliun
-
Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak Masih Aman, Goda Bahlil Tambah PNBP ESDM
-
Kinerja Menteri Prabowo Paling Buruk: Pigai dan Dody Hanggodo
-
Kinerja SDM Danone Indonesia Lampaui Benchmark Global
-
Prabowo Klaim Kinerja Pemerintahannya 'Oke', Gerindra Sodorkan Angka Kepuasan Publik
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal
-
Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda
-
Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong
-
Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah
-
4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya
-
Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi
-
Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya
-
Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija
-
4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!
-
Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?