- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan beasiswa pendidikan tinggi tahun 2026 senilai Rp8,34 miliar bagi para santri dan pengasuh pondok pesantren.
- Program beasiswa ini berhasil meloloskan santri asal Kudus untuk melanjutkan kuliah kedokteran gigi di Universitas Diponegoro serta ilmu komputer di Tiongkok.
- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan program tersebut bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia santri agar mampu menguasai berbagai bidang keilmuan.
Suara.com - Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan untuk para santri untuk merengkuh cita-citanya.
Sebab, program itu bukan sekadar membiayai santri untuk kuliah, tetapi juga juga stimulan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) santri melalui kuliah di perguruan tinggi.
Salah seorang santri asal Kudus, Aqila Keisha Haulina mengaku sangat bersyukur mendapatkan beasiswa tersebut, sehingga ia bisa kuliah di Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Aqila memiliki latar belakang pendidikan pesantren yang kuat. Ia menempuh pendidikan jenjang MTs di MTs Tahfidz Yanbu'ul Qur'an 2 Muria, sebelum melanjutkan pendidikan Aliyah di Madrasah Aliyah (MA) Mu'allimat NU Kudus. Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi sempat dihadapkan pada tantangan besarnya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Namun, adanya program beasiswa santri tersebut, membuka harapan bagi Aqila. Setelah ia mengikuti seleksi beasiswa tersebut mulai dari seleksi adminsitrasi, membaca kitab, hafalan Al-Qur’an, wawasan kebangsaan, dan wawasan pesantren, ia dinyatakan lolos.
Melalui beasiswa itu, ia bisa meringankan beban ekonomi orang tuanya dalam membiayai kuliah, sekaligus mampu membantu mewujudkan cita-citanya.
Aqila mengungkapkan cita-citanya sejak kecil untuk menjadi seorang tenaga medis. Ia berharap kelak dapat menjadi dokter gigi yang memegang teguh integritas, nilai agama, dan rasa kemanusiaan.
"Saya berharap bisa menjadi dokter gigi yang adil, yang sungguh-sungguh, dan tidak melupakan ajaran agama yang sudah saya bawa sebelumnya dengan tetap menerapkan sisi kemanusiaan," katanya saat acara Penyerahan dan Pembekalan Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026 serta Penandatanganan Naskah Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Ma'had Aly di Gedung Merah Putih Semarang, Rabu, 12 Agustus 2026.
Aqila juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas penyelenggaraan program beasiswa ini. Ia berharap program tersebut dapat terus ditingkatkan, diperluas cakupan jurusannya, dan kuota penerimanya ditambah.
Sebagai wujud komitmen beasiswa, Aqila berencana mengabdikan ilmu dan dirinya kelak di Pondok Pesantren di El Fat El Islami Kudus. Ia juga menyampaikan motivasi mendalam bagi seluruh santri di Indonesia agar tidak ragu bercita-cita tinggi di bidang apa pun.
Baca Juga: 5 Bupati Jawa Tengah Terjaring OTT KPK, Ada yang Niat Nyogok tapi Malah Kena Peras
Setali tiga uang, Penerima beasiswa santri lain, Akhmad Khafidz Al Mubarok mengaku, senang dengan adanya beasiswa ini. Dengan begitu ia bisa kuliah S1 bidang Saintek di Dalian University of Technology di China. Itu merupakan salah satu impiannya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Sangat bahagia karena bisa membantu perekonomian orang tua. Pilih jurusan computer science and technology karena dari kecil sudah minat dan ingin mendalaminya di salah satu pusat teknologi yaitu China," ujarnya.
Ya. Beasiswa santri dan pengasuh ponpes tersebut merupakan bagian dari program Pesantren Obah yang digagas oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Baik beasiswa S1, S2, maupun S3 di universitas dalam negeri maupun luar negeri yang disalurkan melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP). Total hibah beasiswa yang diberikan tahun 2026 mencapai Rp8,34 miliar.
Secara rinci, 73 penerima beasiswa tersebut terdiri atas 15 penerima beasiswa luar negeri, 27 santri penerima beasiswa dalam negeri, dan 31 pengasuh penerima beasiswa dalam negeri. Penerima beasiswa luar negeri terdiri dari 3 santri bidang saintek ke China, 8 santri ke Mesir yang terdiri dari 1 orang kedokteran Al-Azhar dan 7 orang bidang keislaman Al-Azhar, 3 santri ke Al-Ahqof Yaman, dan 1 santri mengikuti program double degree.
Program tersebut dirancang agar santri memiliki nilai yang lebih dari saat ini. Artinya, santri tidak hanya belajar tentang agama tetapi juga keilmuan-keilmuan lain seperti kedokteran, saintek, dan lain sebagainya, sehingga santri bisa masuk di semua lini masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap kepada santri memiliki kepercayaan diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk