- Mantan pejabat intelijen Purnomo menyatakan isu demonstrasi Agustus 2026 berkaitan dengan penataan ulang SDA Prabowo.
- Kebijakan transparansi kekayaan alam pemerintahan Prabowo memicu resistensi dari pihak yang merasa dirugikan.
- Delapan tuntutan gerakan massa tersebut mencakup desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Suara.com - Jagat media sosial belakangan ini dihangatkan oleh isu gerakan massa yang disebut bakal turun ke jalan pada pertengahan Agustus 2026.
Mantan pejabat intelijen TNI, Brigjen TNI (Purn) Purnomo, menilai fenomena ini bukan sekadar rumor kosong. Ia melihat ada benang merah antara keresahan ekonomi dengan benturan kepentingan kelompok tertentu yang merasa gerah dengan arah kebijakan pemerintah saat ini.
"Jadi kalau dibilang rumor ya rumor, karena belum terjadi. Tapi gerakan ini diikuti para tokoh yang menyampaikan kita revolusi, kejadian yang sekarang memang pertama kalinya presiden mau atau berani melakukan nasionalis sumber alam," ujar Purnomo dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (12/8/2026).
Purnomo menganalisis bahwa tensi politik saat ini tak lepas dari langkah Presiden Prabowo Subianto yang mulai "bersih-bersih" di sektor sumber daya alam (SDA).
Kebijakan untuk menata ulang pengelolaan kekayaan alam secara lebih transparan disinyalir memicu resistensi dari pemain lama.
"Presiden Prabowo berusaha mengetahui seberapa besar sumber alam kita ini sebenarnya menata ulang masuk daerah kalimantan atau daerah timur kan tinggal lubang-lubang, siapa yang diuntungkan semua transparan kan," tutur Purnomo.
Ia menduga ada pihak-pihak yang sebelumnya menikmati "kue" SDA dengan bebas, kini merasa terancam oleh kebijakan baru tersebut.
"Kan ada orang yang merasa dirugikan, jadi ada orang yang tidak suka dengan kebijakan Prabowo," kata dia.
Purnomo tidak ragu membandingkan gaya kepemimpinan saat ini dengan dua periode pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya.
Baca Juga: Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
Ia menyoroti adanya dugaan celah korupsi yang masif dalam pengelolaan negara di masa lalu yang menurutnya harus segera diungkap ke publik.
"Zaman Jokowi hampir abis abisan, peluang korupsi itu diberikan, tapi semuanya masih dalam tanda kutip masih diperkirakan karena belum ada putusan hukum," tegas Purnomo.
Secara khusus, ia menyinggung data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait aliran dana fantastis di Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diduga menguap ke kantong pribadi.
"Harusnya dibongkar dong, kenapa tidak dibongkar 36 persen berapa triliun," kata Purnomo.
Menariknya, Purnomo mengungkapkan bahwa gerakan massa ini tidak hanya membawa agenda ekonomi, tetapi juga sasaran politik yang sangat spesifik: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dari delapan tuntutan yang beredar, poin terakhir menjadi yang paling krusial.
"Delapan tuntutan, tuntutan yang kedelapan adalah makzulkan Gibran dari proses pendaftaranya tidak jelas," ujar Purnomo, merujuk pada polemik putusan Mahkamah Konstitusi yang memuluskan jalan Gibran menuju kursi cawapres.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini
Berita Terkait
-
5 Contoh Rundown Acara 17 Agustus Tingkat RT, dari Lomba hingga Malam Tirakatan
-
Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026
-
Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
-
Istana Ungkap Sejumlah Menteri Aktif Masuk Daftar Penerima Tanda Kehormatan, Siapa Saja?
-
9 Ide Lomba Estafet Kelompok 17 Agustus untuk Melatih Kekompakan Tim
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?
-
Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya
-
Mau Debut Marathon Internasional? Program Ini Siap Dampingi Pelari Indonesia dari Nol Sampai Finish!
-
Kasus TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Periksa Pengacara dan Pihak Swasta Terkait Aset
-
Viral, Fasilitas Perusahaan Sawit PT Bumi Sentosa Abadi Dibakar Massa
-
Bye Kulit Kering! 4 Hydrogel Mask Korea Panthenol Kunci Skin Barrier Kuat
-
Satu Perempuan, Ini Sosok Dua Terduga Pelaku Challenge Baca Alquran Hadiah Miras
-
Kemenbud Bakal Tingkatkan Situs Bersejarah di Kabupaten Bogor Jadi Cagar Budaya Nasional
-
Jokowi akan Hadir di Sidang Tahunan MPR RI dan Upacara HUT RI ke-81, Sudah Siapkan Baju Adat
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027