News / Internasional
Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:05 WIB
Jenderal Iran Mohsen Rezaei (Kantor Berit Iran)
Baca 10 detik
  • Mohsen Rezaei ditunjuk menjadi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
  • Penunjukan mantan komandan IRGC ini memperkuat posisi Iran dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.
  • Langkah strategis ini menandai pergeseran doktrin keamanan Iran di Selat Hormuz.

Pengamat politik Mashallah Shamsolvaezin menyebut masuknya Rezaei memberikan garansi keamanan politik yang lebih kuat bagi keputusan dewan. Kelompok garis keras akan sulit menuding mantan komandan IRGC melakukan pencederaan terhadap kepentingan nasional.

Langkah ini juga dipandang sebagai respons tegas Tehran terhadap tekanan sanksi dan blokade maritim Amerika Serikat. Iran ingin menunjukkan kesiapan menghadapi konfrontasi militer jika jalur diplomasi gagal.

Di sisi lain, kehadiran figur militer kuat justru mempermudah penerimaan publik internal jika Iran mengambil keputusan kompromi. Kesepakatan besar kerap membutuhkan legitimasi dari tokoh yang lahir dari pusat kekuasaan militer.

Guru Besar Hubungan Internasional Mohsen Farkhani menilai penunjukan ini menandai pergeseran doktrin keamanan Iran ke arah penangkalan ofensif berbasis hukuman. Perubahan sikap ini terjadi setelah AS dinilai melanggar Nota Kesepahaman Juni lalu.

Farkhani memprediksi Tehran akan mengambil posisi yang lebih kaku terkait kedaulatan jalur perdagangan Selat Hormuz. Pertimbangan militer dan pertahanan kini menjadi prioritas utama dalam kalkulasi politik luar negeri Iran.

Rekam Jejak Mohsen Rezaei

Rezaei yang kini berusia 71 tahun pernah memimpin IRGC pada periode 1981 hingga 1997. Ia memegang peranan vital selama Perang Iran-Irak yang dikenal di Iran sebagai era Pertahanan Suci.

Setelah melepaskan jabatan militer, Rezaei bertugas di Dewan Pertimbangan Maslahat untuk menyelaraskan undang-undang antara parlemen dan Dewan Garda. Dewan Garda sendiri bertugas menguji kesesuaian hukum serta memverifikasi kandidat pejabat publik.

Rezaei secara konsisten menegaskan pentingnya penguasaan Iran atas jalur strategis Selat Hormuz. Pada Juli lalu, ia menyatakan bahwa kontrol atas Selat Hormuz lebih berharga daripada puluhan bom atom.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Di Ujung Tanduk, Mampukah Tembus Resistance 6.300?

Pekan lalu, Rezaei memperingatkan AS akan menghadapi risiko dan korban jiwa serius jika terus melanjutkan blokade pelabuhan Iran. Iran menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas perang AS-Israel yang berkecamuk sejak Februari.

Load More