- Mohsen Rezaei ditunjuk menjadi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
- Penunjukan mantan komandan IRGC ini memperkuat posisi Iran dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.
- Langkah strategis ini menandai pergeseran doktrin keamanan Iran di Selat Hormuz.
Pengamat politik Mashallah Shamsolvaezin menyebut masuknya Rezaei memberikan garansi keamanan politik yang lebih kuat bagi keputusan dewan. Kelompok garis keras akan sulit menuding mantan komandan IRGC melakukan pencederaan terhadap kepentingan nasional.
Langkah ini juga dipandang sebagai respons tegas Tehran terhadap tekanan sanksi dan blokade maritim Amerika Serikat. Iran ingin menunjukkan kesiapan menghadapi konfrontasi militer jika jalur diplomasi gagal.
Di sisi lain, kehadiran figur militer kuat justru mempermudah penerimaan publik internal jika Iran mengambil keputusan kompromi. Kesepakatan besar kerap membutuhkan legitimasi dari tokoh yang lahir dari pusat kekuasaan militer.
Guru Besar Hubungan Internasional Mohsen Farkhani menilai penunjukan ini menandai pergeseran doktrin keamanan Iran ke arah penangkalan ofensif berbasis hukuman. Perubahan sikap ini terjadi setelah AS dinilai melanggar Nota Kesepahaman Juni lalu.
Farkhani memprediksi Tehran akan mengambil posisi yang lebih kaku terkait kedaulatan jalur perdagangan Selat Hormuz. Pertimbangan militer dan pertahanan kini menjadi prioritas utama dalam kalkulasi politik luar negeri Iran.
Rekam Jejak Mohsen Rezaei
Rezaei yang kini berusia 71 tahun pernah memimpin IRGC pada periode 1981 hingga 1997. Ia memegang peranan vital selama Perang Iran-Irak yang dikenal di Iran sebagai era Pertahanan Suci.
Setelah melepaskan jabatan militer, Rezaei bertugas di Dewan Pertimbangan Maslahat untuk menyelaraskan undang-undang antara parlemen dan Dewan Garda. Dewan Garda sendiri bertugas menguji kesesuaian hukum serta memverifikasi kandidat pejabat publik.
Rezaei secara konsisten menegaskan pentingnya penguasaan Iran atas jalur strategis Selat Hormuz. Pada Juli lalu, ia menyatakan bahwa kontrol atas Selat Hormuz lebih berharga daripada puluhan bom atom.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Di Ujung Tanduk, Mampukah Tembus Resistance 6.300?
Pekan lalu, Rezaei memperingatkan AS akan menghadapi risiko dan korban jiwa serius jika terus melanjutkan blokade pelabuhan Iran. Iran menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas perang AS-Israel yang berkecamuk sejak Februari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Seberapa Kuat Militer Iran di Bawah 'Dewa Perang' Baru Mohsen Rezaei?
-
Ha Young Minta Maaf Tertulis Usai Buat Kegaduhan Soal Keluaga Pro-Jepang
-
Harga Minyak Stabil di Tengah Eskalasi Serangan di Jalur Pelayaran Timur Tengah
-
Apa Saja Tuntutan Iran dan Amerika Serikat untuk Akhiri Perang di Selat Hormuz?
-
Update Kebakaran KMP Putri Yasmin: Korban Selamat Terus Bertambah, 39 Penumpang Baru Tiba di Lembar
-
Lisa BLACKPINK Diisukan Pacari Aktor Blue Pongtiwat Usai Kedapatan Makan Bersama
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dihapus: Benarkah Sepi, Bikin Macet, dan Tak Dibutuhkan?
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, Tim SAR Temukan 5 Perahu Karet Tanpa Awak di Lokasi
-
Weton Jodoh Ketemu 27 Artinya Apa? Ini Hasilnya Berdasarkan Perhitungan Primbon Jawa Kuno
-
Dulu Naik Pohon Cari Sinyal, Kini Warga Flores Timur Bisa Internetan dari Desa