- Tim forensik melakukan ekshumasi makam Sutrimo di TPU Bantaragung Banyumas pada Rabu 12 Agustus 2026.
- Pemeriksaan visual tidak menemukan tanda luka kekerasan, namun kondisi jenazah sudah memasuki tahap pembusukan lanjut.
- Petugas mengambil puluhan sampel tubuh dan tanah untuk dianalisis di laboratorium selama dua hingga tiga pekan.
Pemeriksaan toksikologi dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya racun atau zat tertentu, sementara DNA digunakan dalam proses identifikasi sekaligus pendalaman forensik.
Buih di Mulut dan Hidung Juga Ditelusuri
Tim juga menindaklanjuti informasi mengenai kondisi Sutrimo saat ditemukan meninggal.
Salah satu saksi sebelumnya menyebut terdapat buih yang keluar dari hidung dan mulutnya.
Saat makam dibongkar, buih tersebut sudah tidak ditemukan. Namun, tim tetap mengambil sampel swab dari bagian tersebut untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya melalui pemeriksaan laboratorium.
Selain sampel dari tubuh, tanah di sekitar makam juga menjadi bagian dari pemeriksaan.
Tim mengamati kondisi tanah serta mengambil sampel untuk memastikan seluruh kemungkinan yang berkaitan dengan kondisi jenazah selama dimakamkan dapat ditelusuri secara ilmiah.
Yudi memperkirakan seluruh pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga pekan. Banyaknya sampel serta kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan menjadi faktor yang membuat pemeriksaan membutuhkan waktu.
"Kami belum bisa menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian sebelum seluruh pemeriksaan laboratorium selesai," pungkas Yudi.
Kontributor: Adi Kurniawan
Baca Juga: Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bukan Cuma Jasad, Tanah Makam Sutrimo Juga Diambil untuk Pemeriksaan Forensik
-
Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA
-
Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir
-
Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI
-
Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat
-
Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto
-
Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih
-
5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas
-
Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko
-
Bocoran HP Agustus 2026: Ada yang Punya Kamera Robot