-
Pemilik PT Virgo Karya Shipping berstatus privat dan tidak dipublikasikan umum.
-
Manajemen menegaskan KMP Virgo Transport 8 telah melewati proses docking.
-
Keluarga korban mendesak pemilik PT Virgo Karya Shipping bertanggung jawab.
Suara.com - Tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, tepatnya di sekitar kawasan Masalembo pada Minggu (13/9/2026) lalu menyisakan duka mendalam bagi publik.
Kapal Virgo Transport 8 yang bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin ini membawa ratusan penumpang dan kendaraan sebelum akhirnya mengalami kecelakaan fatal di tengah cuaca buruk.
Di tengah proses evakuasi dramatis yang dilakukan oleh tim SAR gabungan, sorotan tajam kini mengarah kepada pihak operator dan pemilik kapal, yakni PT Virgo Karya Shipping (VKS).
Lantas, siapa sebenarnya pemilik di balik perusahaan pelayaran ini?
Dikelola Secara Privat, Identitas Pemilik Utama Dirahasiakan
Berdasarkan penelusuran dari berbagai catatan media maupun profil resminya, PT Virgo Karya Shipping tidak mempublikasikan secara terbuka siapa pemegang saham utama atau pemilik perorangan (owner) dari perusahaan tersebut.
Manajemen internal perusahaan pelayaran ini dikelola secara privat.
Kendati demikian, perusahaan nasional yang berdiri sejak tahun 2010 ini bermarkas di Jalan Perak Barat, Surabaya.
Dalam operasionalnya sehari-hari serta menghadapi krisis musibah ini, pihak manajemen menunjuk Yoel Rihi selaku General Manager (GM) sebagai narahubung resmi perusahaan.
Yoel Rihi pula figur yang pertama kali melaporkan hilangnya kontak kapal kepada pihak Basarnas.
Profil Singkat PT Virgo Karya Shipping
Sebagai operator KMP Virgo Transport 8, PT Virgo Karya Shipping dikenal sebagai salah satu perusahaan penyedia jasa pelayaran dan logistik yang melayani berbagai rute strategis maritim nasional, mulai dari Jakarta, Surabaya, Makassar, hingga Balikpapan.
Perusahaan ini mengklaim didukung oleh ratusan tenaga profesional dengan mengusung visi memperkuat konektivitas laut di Tanah Air.
Terkait insiden nahas yang menimpa armadanya, pihak manajemen melalui Yoel Rihi dengan tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa kapal tersebut sudah terlalu tua atau tidak laik jalan.
Pihak perusahaan mengklaim bahwa KMP Virgo Transport 8 telah beroperasi sesuai standar perundang-undangan dan bahkan telah melewati proses perawatan menyeluruh (docking) pada awal tahun ini.
Tanggung Jawab dan Desakan Keluarga Korban
Di sisi lain, keluarga korban mendesak agar PT Virgo Karya Shipping bertanggung jawab penuh atas musibah ini, termasuk memaksimalkan proses evakuasi korban yang masih terjebak di dalam badan kapal yang terbalik.
Hingga saat ini, operasi SAR gabungan dari unsur Basarnas, TNI AL, dan instansi terkait masih terus berjuang menembus bangkai kapal demi menemukan para korban yang belum ditemukan.