Ledakan alga juga dapat mengganggu aktivitas perikanan dan pariwisata ketika berlangsung dalam skala besar.
Fenomena serupa terjadi di Indonesia
Perubahan pertumbuhan alga bukan hanya terjadi di lautan terbuka.
Sejumlah penelitian di Indonesia juga menemukan hubungan antara kondisi perairan, nutrien dan pertumbuhan alga tertentu.
Penelitian di perairan Taman Nasional Karimunjawa, misalnya, mengaitkan ledakan Trichodesmium erythraeum dengan masuknya nutrien dari limbah tambak udang.
Sementara itu, penelitian di Teluk Ambon pada 2022 menemukan hubungan antara kelebihan nutrien dan suhu perairan yang lebih tinggi dengan pertumbuhan Gonyaulax polygramma serta kejadian kematian ikan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan kondisi lingkungan pesisir dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem dan memicu pertumbuhan organisme tertentu secara berlebihan.
AI bukan solusi untuk alga
Di tengah perubahan kondisi laut tersebut, AI menawarkan cara baru untuk memantau fenomena yang sulit diamati secara langsung.
Baca Juga: Rimini Govern for AI, Solusi Tata Kelola Agen AI Korporasi
NOAA sebelumnya juga menggunakan AI untuk menganalisis lebih dari satu juta citra satelit guna mendeteksi dan mengukur hamparan rumput laut serta mikroalga di lautan dunia. Keunggulan teknologi ini terletak pada kemampuannya mengolah citra dalam jumlah besar dan menemukan pola yang mungkin sulit dikenali melalui pengamatan manual.
Namun, AI tentu tidak menghilangkan penyebab pertumbuhan alga. Teknologi tersebut hanya membantu ilmuwan melihat perubahan dengan lebih cepat dan dalam cakupan yang lebih luas.
Dengan mengetahui di mana alga muncul, seberapa luas wilayahnya, dan bagaimana pola tersebut berubah dari waktu ke waktu, ilmuwan dapat memperoleh informasi yang lebih baik untuk memantau kondisi laut.
Data tersebut pada akhirnya dapat digunakan untuk memperkuat sistem peringatan dini, mengelola kualitas perairan, serta merancang kebijakan untuk mengurangi masuknya nutrien berlebih ke laut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menggali Ketakutan Kolektif di Balik Larisnya Film Mistik Kita
-
Epson Catat Penjualan Kumulatif EcoTank Tembus 100 Juta Unit Secara Global
-
Dibantu Warga, Kemenhut Berhasil Tangkap Harimau Sumatera Dekat Sekolah di Agam
-
Ada Apa dengan Garuda Indonesia, Reza Aulia Diberhentikan Sementara dari Direksi
-
AI Bantu Ilmuwan Petakan Hamparan Alga yang Makin Meluas di Laut Dunia, Bagaimana Caranya?
-
Cushion Instaperfect untuk Kulit Apa? Kenali 2 Varian dan Perbedaannya
-
Sunblock Badan yang Bagus SPF Berapa? Ini Panduan agar Kulit Terlindungi Maksimal
-
Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Bikin Vietnam Waspada, Kim Sang-sik Punya Rencana Khusus
-
Subsidi LPG 3 Kg Makin Diperketat, Beli Gas Melon Bakal Pakai NIK
-
Jangan Cuma Andalkan APBD! Ini Strategi Media Lokal Hadapi Badai Efisiensi