Suara.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengajak pemerintah daerah mengoptimalkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mempercepat penurunan stunting, mengurangi kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Ajakan itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Khusus antara Kemendagri, Badan Gizi Nasional (BGN), dan seluruh pemerintah daerah yang digelar secara hybrid di Ruang Sidang Utama, Gedung A Lantai 3, Kantor Pusat Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).
Tito mengatakan kepala daerah memiliki sejumlah indikator kinerja yang harus dicapai, mulai dari penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, hingga peningkatan IPM.
Menurut Tito, Program MBG dapat membantu pemerintah daerah mencapai tiga target itu tanpa membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) karena program didukung anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
"Nah ini dengan adanya Program MBG, tiga-tiganya ini terbantu, kepala daerah akan sangat terbantu. Ada program makan bergizi yang gratis tanpa APBD, didukung APBN," kata Tito.
Pelibatan pemerintah daerah dalam Program MBG telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Karena itu, Kemendagri mendorong pemerintah daerah memanfaatkan program ini untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di wilayah masing-masing.
Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, Program MBG juga diyakini mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Tito menjelaskan program ini akan memperkuat rantai pasok di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, hingga peternakan.
Baca Juga: Protokol Kemendagri Perkuat Sinergi Lintas Kelembagaan untuk Tingkatkan Profesionalisme
Program ini juga dinilai dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan melalui penyerapan komoditas di daerah.
"Nah, jadi memang banyak sekali manfaatnya rekan-rekan pemerintah daerah. Kita harus dukung," ujar Tito.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola Program MBG, Kemendagri dan BGN menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Data Kependudukan.
Perjanjian itu ditandatangani Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Teguh Setyabudi bersama Sekretaris Utama BGN Lili Khamiliyah. Penandatanganan disaksikan langsung oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian dan Kepala BGN Sudaryono.
Tito mengatakan kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan membantu pemerintah memvalidasi data penerima manfaat Program MBG secara lebih akurat.
Dengan dukungan data kependudukan, pemerintah tidak hanya dapat mengetahui jumlah penerima manfaat, tetapi juga memastikan identitas setiap penerima manfaat.
"Dengan adanya kerja sama Dukcapil, kami sangat harapkan nanti ini akan memberikan kontribusi juga kepada program MBG BGN. Tidak hanya kuantitatif, jumlah anak atau ibu yang menjadi penerima manfaat, tapi langsung bisa secara kualitatif, yaitu siapa penerimanya. Itu bisa ketahuan," kata Tito.
Rapat koordinasi juga dihadiri Kepala BGN Sudaryono, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, Wakil Kepala BGN Trenggono, serta jajaran pemerintah daerah dari seluruh Indonesia yang mengikuti kegiatan secara virtual.***
Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan
Berita Terkait
-
Protokol Kemendagri Perkuat Sinergi Lintas Kelembagaan untuk Tingkatkan Profesionalisme
-
Kemendagri Perkuat Sinkronisasi BPHTB dan Pertanahan untuk Percepat Layanan Publik
-
Lantik Pejabat di Lingkungan Kemendagri, Mendagri Minta ASN Tingkatkan Kinerja
-
Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur
-
Bangun Soliditas Pranata Humas, Kemendagri Perkuat Konsolidasi dan Kompetensi
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat
-
Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan
-
Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya
-
Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi
-
4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget
-
Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin
-
Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras
-
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI
-
DPR Setuju Prabowo Evaluasi Buku Sekolah, Tapi Beri Syarat: Harus Gratis dan Tanpa Bisnis
-
Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!