- Kelompok Houthi menyerang kapal kargo Tihamah di Selat Bab el-Mandeb pada 11 Agustus 2026, menewaskan enam orang dan melukai sepuluh lainnya.
- Militer Amerika Serikat menembakkan dua rudal Hellfire untuk melumpuhkan kapal kontainer Vela Nova di Teluk Oman karena melanggar blokade.
- Rangkaian serangan militer di Timur Tengah menyebabkan penurunan drastis volume pelayaran komersial harian di Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz.
Suara.com - Ketegangan di kawasan perairan Timur Tengah kembali memuncak setelah insiden berdarah menimpa sebuah kapal kargo di Selat Bab el-Mandeb pada Selasa (11/8/2026).
Kementerian Transportasi Yaman mengonfirmasi bahwa empat orang anggota awak kapal tewas dalam serangan teror yang dilancarkan oleh kelompok Houthi yang disokong Iran.
Apabila terkonfirmasi sepenuhnya, insiden ini menandai jatuhnya korban jiwa pertama di pihak pelayaran komersial akibat serangan Houthi sejak konflik regional berskala luas meletus pada 28 Februari lalu.
Menurut data Kementerian Transportasi Yaman, korban tewas terdiri dari tiga warga negara Pakistan dan satu orang Warga Negara Indonesia (WNI). Serangan rudal tersebut dilaporkan membuat awak kapal kehilangan kendali penuh atas navigasi Tihamah.
Tragisnya, jumlah korban tewas bertambah ketika Houthi meluncurkan serangan susulan saat tim penyelamat tiba di lokasi. Penjaga Pantai Yaman mengonfirmasi dua personel dari National Resistance Forces (NRF)—kelompok militer anti-Houthi—tewas diterjang serangan kedua tersebut.
Selain itu, setidaknya sepuluh orang mengalami luka-luka, mencakup tujuh kru kapal, dua petugas Penjaga Pantai, dan satu anggota NRF.
Kapal kargo berukuran kecil bernama Tihamah tersebut diketahui berbendera Mesir dan dimiliki oleh entitas bisnis asal negara yang sama.
Perusahaan analisis keamanan maritim Inggris, Ambrey, mencatat bahwa insiden penembakan terjadi ketika Tihamah sedang berlabuh di sebelah timur laut Pulau Perim, Yaman, setelah sebelumnya bertolak dari Pelabuhan al-Mokha yang dikuasai pemerintah resmi Yaman pada Sabtu lalu.
Pihak Houthi dalam pernyataan terpisah mengklaim telah mengincar kapal yang mengangkut peralatan militer Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb, meskipun tidak menyebutkan nama kapal secara rinci.
Baca Juga: Senin Pagi Harga Minyak Dunia Melonjak karena Ketidakpastian Selat Hormuz
Klaim ini menyulut respons defensif setelah Houthi secara sepihak mendeklarasikan embargo maritim terhadap Arab Saudi di Laut Merah sejak 20 Juli sebagai balasan atas apa yang mereka tuduhkan sebagai pengepungan wilayah Yaman oleh Riyadh—sebuah tuduhan yang dibantah tegas oleh otoritas Arab Saudi.
Lembaga operasi perdagangan maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi adanya laporan proyektil tidak dikenal yang menghantam kapal kargo di area koordinat tersebut.
Dilansir dari Reuters, analisis verifikasi visual oleh Reuters berbasis pencocokan struktur dek, tiang kapal, serta pemetaan citra satelit memvalidasi bahwa kapal yang dihantam adalah Tihamah, di mana data penelusuran lalu lintas laut menempatkan posisi kapal berada di dekat Murad, Yaman, pada 11 Agustus.
Di hari yang sama, eskalasi konflik maritim juga meluas hingga ke perairan Teluk Oman. Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan militernya telah melepaskan dua rudal Hellfire yang menargetkan sistem kemudi kapal kontainer Vela Nova berbendera Panama.
Tindakan tegas tersebut diambil untuk melumpuhkan navigasi kapal yang dilaporkan berlayar menuju salah satu pelabuhan di Iran.
CENTCOM menegaskan bahwa kapal Vela Nova berulang kali mengabaikan peringatan resmi untuk menghentikan pelayaran dan melanggar aturan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang diberlakukan kembali oleh AS sejak 14 Juli lalu.
Berita Terkait
-
2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka
-
Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb
-
ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb
-
Kemlu: Ancaman Saksi Ekonomi AS Tanda Tak Mampu Diplomasi Damai dengan Iran
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Daftar Tuduhan Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Hingga Divonis Hukuman Mati
-
WNI Jadi Korban Tewas! Ini Kronologi Kapal Kargo Diserang Rudal di Selat Bab el-Mandeb
-
Duel 2 Serum Wardah untuk Atasi Jerawat: Acne Care vs Acne Relief, Mana yang Beri Hasil Instan?
-
Bintang Harry Potter Cuan Besar Gabung OnlyFans, Gaji 12 Bulan Setara Main Film Bertahun-tahun
-
Desil Tak Sesuai Fakta, Ini Cara Pembaruan Data DTKS Offline dan Online
-
2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka
-
Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS
-
Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu
-
3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud
-
Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb