-
Hujan ekstrem di Prefektur Chiba Jepang menewaskan tiga warga dan memicu status siaga Level 5.
-
Lebih dari 400.000 penduduk mendapat perintah evakuasi ke ratusan tempat penampungan darurat yang disiapkan.
-
Intensitas hujan sejam di Chiba menyamai curah hujan bulanan hingga menyebabkan 45.000 rumah padam listrik.
Ketidakpastian situasi memaksa banyak warga memilih bertahan di dalam ruangan penampungan sementara waktu hingga kondisi membaik.
"Sebenarnya saya ingin menghindari bermalam di sini, tetapi saya harus menunggu hujan reda dan air surut. Saya belum pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya," ujarnya.
Seberapa Parah Tingkat Kerusakan Akibat Banjir Ekstrem Ini?
Intensitas hujan di Distrik Chuo menorehkan rekor fantastis mencapai 115 milimeter hanya dalam kurun waktu satu jam. Angka tercurah tersebut secara statistik setara dengan akumulasi curah hujan normal sepanjang bulan Agustus.
Jaringan listrik ikut melumpuh total akibat hantaman cuaca buruk yang merusak infrastruktur penting. Anak perusahaan Tokyo Electric Power Company Holdings Inc. melaporkan sekitar 45.000 unit rumah warga Chiba mengalami pemadaman aliran listrik.
Bencana banjir bandang ini menjadi salah satu peristiwa cuaca terburuk yang menghantam kawasan timur Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Wilayah Chiba sendiri dikenal sebagai pusat penyangga ekonomi dan pemukiman penting yang berbatasan langsung dengan kawasan metropolitan Tokyo.
Pertemuan dua massa udara berbeda tekanan di atmosfer atas Jepang kini terus dipantau secara ketat oleh para ilmuwan meteorologi. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi banjir susulan dan tanah longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Jokowi Hadir, Megawati Dipastikan Absen di Sidang Tahunan MPR dan Upacara HUT ke-81 RI di Istana
-
3 Orang Tewas saat Banjir Besar di Chiba Jepang, Hujan Ekstrem Kepung Pinggiran Tokyo
-
Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol
-
Jelang Pidato Prabowo, Investor Bisa Lirik Saham-saham Ini
-
Sampo Cultusia Black Hair, Ampuh Hitamkan Uban Rambut Dalam Sekali Keramas
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Sosok Mantan Napiter Bom Bali 1 Jack Harun, Sekarang Dikenal Sebagai Akademisi Bergelar Magister
-
Gibran Pilih Naik Maung Pindad ke Sidang Tahunan MPR, Kontras dengan Jokowi yang Pakai BMW Listrik
-
Apakah Skin Tint Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Ini 5 Tipsnya agar Awet
-
Jamal Mirdad: 17 Agustus Harus Dirayakan Bersama Presiden, Berharap Indonesia Makin Hebat