- Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan pentingnya kesantunan berdemokrasi pada Sidang Tahunan MPR RI 2026.
- Muzani mengingatkan masyarakat agar menjaga martabat ruang publik dari ancaman kebencian dan kabar bohong akibat perkembangan teknologi digital.
- Sidang yang dihadiri 629 dari 732 anggota MPR tersebut akan dilanjutkan dengan pidato kenegaraan dan laporan kinerja oleh Presiden Prabowo Subianto.
Suara.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengingatkan bahwa demokrasi tidak akan menjadi lebih kuat hanya karena masyarakat semakin keras mencela.
Menurutnya, perbedaan pandangan politik harus tetap disampaikan dengan budi bahasa, argumentasi, dan penghormatan terhadap sesama.
Pesan tersebut disampaikan Muzani dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Kita telah memilih jalan demokrasi dalam mengelola aspirasi dan pandangan yang berbeda. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi perbedaan itu hendaknya disampaikan dengan budi dan bahasa yang baik,” ujar Muzani.
Muzani kemudian mengutip pesan pujangga Melayu Raja Ali Haji dalam Gurindam Dua Belas untuk menggambarkan pentingnya kesantunan dalam demokrasi.
“Lebih dari satu setengah abad yang lalu, pujangga besar Melayu dari Pulau Penyengat, Raja Ali Haji, menulis dalam Gurindam Dua Belas: ‘Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa.’ Demokrasi tidak akan menjadi lebih kuat karena kita semakin keras mencela,” tuturnya di hadapan para hadirin.
Menurut Muzani, demokrasi yang sehat membutuhkan keseimbangan antara kebebasan menyampaikan pendapat dan tanggung jawab.
Perbedaan politik, kata dia, tidak boleh berubah menjadi penghinaan terhadap sesama warga negara.
"Demokrasi akan menjadi kuat jika kebebasan berbicara disertai tanggung jawab; jika kemerdekaan bicara disampaikan dengan argumentasi; dan jika perbedaan tidak dijadikan alasan penghinaan,” tegasnya.
Baca Juga: Jokowi Hadir, Megawati Dipastikan Absen di Sidang Tahunan MPR dan Upacara HUT ke-81 RI di Istana
Soroti Bahaya Ruang Digital
Muzani juga menyoroti perubahan ruang publik akibat perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, kemajuan teknologi telah membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat, tetapi sekaligus menghadirkan ancaman berupa penyebaran kebencian, fitnah, manipulasi, hingga kabar bohong.
Karena itu, ia meminta seluruh elemen bangsa menjaga martabat ruang publik agar perbedaan pilihan politik tidak berkembang menjadi permusuhan.
“Kita tidak boleh membiarkan ruang publik dipenuhi bahasa yang merendahkan martabat manusia. Kita tidak selayaknya membiarkan perbedaan politik merusak persahabatan, memecah keluarga, atau menanamkan kebencian di antara sesama anak bangsa,” katanya.
Ia kemudian mengajak masyarakat membangun budaya politik yang lebih dewasa dengan tetap berani menyampaikan kritik tanpa menghilangkan penghormatan terhadap pihak lain.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
CEK FAKTA: Menguji Klaim Prabowo Soal MBG, Stunting 25 Persen dan Realita di Papua
-
Tangisan Balita Mengungkap Kematian Tragis Seorang Ayah di Jati Agung
-
Keren! Warga Nguter Sukoharjo Buat Replika Menara Eiffel Setinggi 23 Meter dari Ratusan Bambu
-
Prabowo Sebut Ojol Kini Dapat 92 Persen dari Jerih Payah Mereka
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Summarecon Bogor, Tawarkan Promo KPR dan KKB Menarik
-
Keran Inden Dibuka, Berapa Harga Yamaha R2? Intip Speknya
-
Hanya Ingin Mendidik! Pembelaan Guru SD yang Viral Cubit Puluhan Kali Siswa Tak Hafal Asmaul Husna
-
Omzet Rp5 Juta ke Rp100 Juta Per Hari, Inilah Kisah Mitra AgenBRILink di Tulungagung
-
Bandara Husein Sastranegara Bandung Kembali Layani Pesawat Jet Komersial
-
Cara Sederhana Ibu Rayakan Kemerdekaan, Lomba Hias Tumpeng di Sekolah Anak