News / Nasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:23 WIB
Ekonom sekaligus analis pasar modal, Ferry Latuhihin mengaku didatangi petugas pajak usai kritik Menkeu Purbaya. (tangkapan layar/Youtube Prof. Rhenald Kasali)
Baca 10 detik
  • Ekonom senior Ferry Latuhihin didatangi empat petugas pajak ke rumahnya di Cibubur pada Jumat (14/8/2026).
  • Petugas membawa surat panggilan dan menuding Ferry tidak melaporkan sejumlah kepemilikan mobil mewah dalam pajaknya.
  • Ferry menduga kedatangan petugas pajak tersebut merupakan penyalahgunaan kewenangan akibat kritikan terhadap Menteri Keuangan Purbaya.

Suara.com - Ekonom senior dan analis pasar modal, Ferry Latuhihin, mengaku sempat didatangi petugas pajak setelah dirinya melontarkan kritik terhadap kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Ferry mengatakan, kedatangan petugas pajak tersebut terjadi sekitar sebulan setelah dirinya mendapat peringatan dari seorang teman agar berhati-hati lantaran kritiknya terhadap Purbaya.

Ia mengaku didatangi petugas pajak langsung ke kediamannya di Cibubur dengan membawa surat panggilan.

“Iya tiba-tiba orang pajak datang. Itu kan padahal saya sudah diwanti-wanti teman saya, hati-hati kamu karena kamu kritik Purbaya,” kata Ferry dikutip dari YouTube Abraham Samad, Jumat (14/8/2026).

“Sebulan kemudian orang pajak datang ke rumah saya di Cibubur, dengan awal surat panggilan dan orangnya datang. Enggak cuma surat kiriman, orangnya datang empat orang,” sambungnya.

Ferry menuturkan dalam surat tersebut dirinya disebut tidak melaporkan sejumlah barang, termasuk mobil mewah.

Ia kemudian mempertanyakan tudingan tersebut karena merasa tidak memiliki kendaraan mewah yang dimaksud.

“Saya buka di depannya itu dikatakan tidak melaporkan barang-barang ini, wah mobil-mobil mewah ini segala macam, saya enggak tahu,” ungkap Ferry.

Ferry bahkan meminta petugas pajak melihat langsung kondisi rumahnya untuk memastikan apakah dirinya masih memiliki kendaraan mewah.

Baca Juga: Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]

“Mas lihat sendiri, Mas, rumah saya ada mobil enggak? Kan enggak ada,” ujar Ferry.

Meski mengaku tidak meladeni pemeriksaan tersebut, Ferry mengatakan dirinya kembali menerima surat panggilan dari pihak perpajakan.

Ia mempertanyakan alasan dirinya harus melaporkan aset yang menurutnya sudah tidak dimiliki.

“Kemudian saya enggak ladenin, tapi datang lagi surat panggilan. Memang saya enggak punya apa-apa, masa saya perlu laporkan? Apa yang mau dilaporkan?” katanya.

Ferry mengatakan dirinya memang pernah memiliki mobil mewah, tetapi hal tersebut terjadi sekitar 20 tahun lalu ketika kondisi ekonominya masih lebih baik.

“Saya punya mobil mewah itu dulu, 20 tahun lalu saya kaya,” kata Ferry.

Load More