- Ekonom senior Ferry Latuhihin didatangi empat petugas pajak ke rumahnya di Cibubur pada Jumat (14/8/2026).
- Petugas membawa surat panggilan dan menuding Ferry tidak melaporkan sejumlah kepemilikan mobil mewah dalam pajaknya.
- Ferry menduga kedatangan petugas pajak tersebut merupakan penyalahgunaan kewenangan akibat kritikan terhadap Menteri Keuangan Purbaya.
Tak hanya dirinya, Ferry mengklaim sejumlah podcaster juga mendapat surat panggilan dari pihak perpajakan.
Ia menyebut Helmy Yahya, Akbar Faisal, Henri Satrio, Forum Keadilan, hingga Pumpida turut dipanggil dan disebut ditanyai mengenai bayaran yang diterimanya.
“Lebih gila lagi semua podcaster dikirim surat, dipanggil, Helmi Yahya, Akbar Faisal, Henri Satrio, Forum Keadilan, Pumpida dipanggil semua menanyakan saya dibayar berapa,” ujarnya.
Ferry menilai rangkaian pemeriksaan tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan kewenangan.
Ia menduga tindakan itu berkaitan dengan kritik yang sebelumnya ia sampaikan terhadap Menkeu Purbaya.
“Nah ini menurut saya ini sama sekali abuse of power dari Purbaya,” tegas Ferry.
Menurut Ferry, dirinya juga mendapat informasi bahwa Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto sempat membicarakan persoalan tersebut kepada salah seorang temannya. Namun, Ferry menegaskan dugaan tersebut merupakan penilaiannya berdasarkan rangkaian peristiwa yang ia alami.
“Setahu saya Dirjen Pajaknya Pak Bimo itu berbisik kepada teman saya. Itu bukan ulah saya, ulah siapa lagi kalau bukan dia,” kata Ferry.
Ferry menilai kritik yang disampaikannya terhadap Purbaya merupakan kritik terhadap kebijakan dan kapasitasnya sebagai pejabat publik, bukan persoalan pribadi.
Baca Juga: Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG
Ia pun menilai tidak semestinya kritik tersebut berujung pada tindakan yang menurutnya merugikan dirinya.
“Enggak pantas negara mengrongrong warganya. Saya kritik bukan sebagai teman, tapi Anda sebagai person, Anda yang salah membuat kebijakan, saya yang jadi korban,” ujar Ferry.
Reporter: Agustin Dwi Anggraini
Berita Terkait
-
PDIP Puji Pidato Prabowo di Sidang Tahunan 2026: Bagus, Tapi Tunggu Apa yang Dirasakan Rakyat
-
Tak Peduli Angka Pertumbuhan Ekonomi, Prabowo Kejar Masyarakat Makmur dan Tak Kelaparam
-
Sidang Tahunan MPR 2026, Prabowo Pamer 121 Kebijakan Transformatif
-
Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG
-
Prabowo Larang Siswa SD Pacaran, Syarat 'Sabuk Hitam' Bikin Sidang DPR Pecah Tawa
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
DPR Lembur Rampungkan RUU Perampasan Aset, Banyak Serap Aspirasi Masyarakat Sipil
-
Detik-Detik Mobil Pikap Mahasiswa KKN Unhas Rem Blong, Sopir Sengaja Tabrak Pohon
-
Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos
-
Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital
-
Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat
-
Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun
-
PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan
-
DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan