- Ekonom senior Ferry Latuhihin didatangi empat petugas pajak ke rumahnya di Cibubur pada Jumat (14/8/2026).
- Petugas membawa surat panggilan dan menuding Ferry tidak melaporkan sejumlah kepemilikan mobil mewah dalam pajaknya.
- Ferry menduga kedatangan petugas pajak tersebut merupakan penyalahgunaan kewenangan akibat kritikan terhadap Menteri Keuangan Purbaya.
Suara.com - Ekonom senior dan analis pasar modal, Ferry Latuhihin, mengaku sempat didatangi petugas pajak setelah dirinya melontarkan kritik terhadap kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Ferry mengatakan, kedatangan petugas pajak tersebut terjadi sekitar sebulan setelah dirinya mendapat peringatan dari seorang teman agar berhati-hati lantaran kritiknya terhadap Purbaya.
Ia mengaku didatangi petugas pajak langsung ke kediamannya di Cibubur dengan membawa surat panggilan.
“Iya tiba-tiba orang pajak datang. Itu kan padahal saya sudah diwanti-wanti teman saya, hati-hati kamu karena kamu kritik Purbaya,” kata Ferry dikutip dari YouTube Abraham Samad, Jumat (14/8/2026).
“Sebulan kemudian orang pajak datang ke rumah saya di Cibubur, dengan awal surat panggilan dan orangnya datang. Enggak cuma surat kiriman, orangnya datang empat orang,” sambungnya.
Ferry menuturkan dalam surat tersebut dirinya disebut tidak melaporkan sejumlah barang, termasuk mobil mewah.
Ia kemudian mempertanyakan tudingan tersebut karena merasa tidak memiliki kendaraan mewah yang dimaksud.
“Saya buka di depannya itu dikatakan tidak melaporkan barang-barang ini, wah mobil-mobil mewah ini segala macam, saya enggak tahu,” ungkap Ferry.
Ferry bahkan meminta petugas pajak melihat langsung kondisi rumahnya untuk memastikan apakah dirinya masih memiliki kendaraan mewah.
Baca Juga: Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG
“Mas lihat sendiri, Mas, rumah saya ada mobil enggak? Kan enggak ada,” ujar Ferry.
Meski mengaku tidak meladeni pemeriksaan tersebut, Ferry mengatakan dirinya kembali menerima surat panggilan dari pihak perpajakan.
Ia mempertanyakan alasan dirinya harus melaporkan aset yang menurutnya sudah tidak dimiliki.
“Kemudian saya enggak ladenin, tapi datang lagi surat panggilan. Memang saya enggak punya apa-apa, masa saya perlu laporkan? Apa yang mau dilaporkan?” katanya.
Ferry mengatakan dirinya memang pernah memiliki mobil mewah, tetapi hal tersebut terjadi sekitar 20 tahun lalu ketika kondisi ekonominya masih lebih baik.
“Saya punya mobil mewah itu dulu, 20 tahun lalu saya kaya,” kata Ferry.
Berita Terkait
-
PDIP Puji Pidato Prabowo di Sidang Tahunan 2026: Bagus, Tapi Tunggu Apa yang Dirasakan Rakyat
-
Tak Peduli Angka Pertumbuhan Ekonomi, Prabowo Kejar Masyarakat Makmur dan Tak Kelaparam
-
Sidang Tahunan MPR 2026, Prabowo Pamer 121 Kebijakan Transformatif
-
Bawa Siswi Papua ke Sidang Tahunan MPR, Prabowo Buktikan Manfaat MBG
-
Prabowo Larang Siswa SD Pacaran, Syarat 'Sabuk Hitam' Bikin Sidang DPR Pecah Tawa
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?