Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan mikroplastik tidak terbatas pada satu jenis garam atau lokasi produksi tertentu.
Enam jenis plastik ditemukan
Para peneliti juga mengidentifikasi jenis polimer yang terdapat dalam sampel.
Enam jenis polimer ditemukan, yakni polyethylene (PE), polyethylene terephthalate (PET), nylon-6, polypropylene (PP), polybutylene terephthalate (PBT), dan styrene-butadiene rubber (SBR).
Lima jenis pertama ditemukan pada garam halus, sementara SBR hanya ditemukan pada sampel garam kristal.
Untuk mendeteksi mikroplastik, peneliti terlebih dahulu melarutkan sampel garam dalam air suling yang telah disaring. Larutan kemudian dipanaskan secara perlahan dan disaring menggunakan saringan dengan ukuran berbeda.
Partikel yang diperoleh selanjutnya menjalani proses wet peroxide oxidation (WPO) untuk menghilangkan material organik yang masih menempel sebelum mikroplastik dianalisis.
Paparan berlangsung terus-menerus
Peneliti menduga kontaminasi tersebut berkaitan dengan metode produksi garam tradisional yang menggunakan air laut secara langsung tanpa melalui proses penyaringan awal.
Baca Juga: AI Bantu Ilmuwan Petakan Hamparan Alga yang Makin Meluas di Laut Dunia, Bagaimana Caranya?
Sumber pencemaran lokal dan kondisi lingkungan di sekitar lokasi produksi juga diduga berperan.
Meski begitu, penelitian tersebut tidak menyimpulkan bahwa konsumsi garam dalam jumlah normal secara langsung menimbulkan risiko kesehatan yang tinggi.
Perhitungan Estimated Daily Intake (EDI), atau perkiraan jumlah mikroplastik yang masuk ke tubuh setiap hari melalui konsumsi garam, masih berada dalam kategori rendah.
Namun, para peneliti menyoroti karakter paparan yang berbeda. Garam dikonsumsi secara rutin sehingga paparan mikroplastik, meskipun dalam jumlah kecil, berpotensi berlangsung terus-menerus.
Kondisi tersebut membuat paparan perlu dilihat bukan hanya berdasarkan jumlah dalam satu kali konsumsi, tetapi juga sebagai kemungkinan paparan jangka panjang.
Pengelolaan sampah hingga standar keamanan pangan
Temuan tersebut menunjukkan bahwa persoalan mikroplastik pada pangan tidak dapat dilepaskan dari persoalan pencemaran di lingkungan.
Karena itu, peneliti mendorong penguatan pengelolaan sampah plastik, terutama di wilayah pesisir dan perairan yang menjadi sumber bahan baku produksi garam.
Pelaku usaha garam laut juga dinilai perlu melakukan penyaringan awal terhadap air laut sebelum memasuki proses penguapan. Langkah tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi masuknya partikel mikroplastik ke dalam produk.
Di tingkat kebijakan, peneliti mendorong adanya pedoman dan standardisasi mengenai kandungan mikroplastik dalam produk garam.
“Pemantauan mikroplastik sebaiknya dimasukkan ke dalam standar keamanan pangan dan kualitas garam nasional,” tulis tim peneliti, dikutip Jumat (14/8).
Temuan ini pada akhirnya memperlihatkan bahwa persoalan mikroplastik tidak berhenti ketika sampah plastik masuk ke laut. Ketika air laut digunakan sebagai bahan baku produksi pangan, pencemaran yang terjadi di lingkungan dapat berakhir kembali di meja makan.
Penulis: Chairunisa
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
5 HP Dimensity 7400: Pilihan Kencang di Harga Mulai 3 Jutaan
-
BRImo Kian Moncer, 49,7 Juta Pengguna dengan Transaksi Rp4.166 Triliun
-
Diduga Jadi Pengepul Uang untuk Raja Juli, Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK
-
Transformasi Digital BRI Bersama Danantara, BRImo Layani 49,7 Juta Pengguna
-
SMPN 1 Blora dan Dinas Pendidikan Telusuri Dugaan Perundungan Siswa Kelas IX
-
Kiprah Bebizie Sri Mulyati: Dari Panggung Dangdut, Jadi Anggota DPRD Kini Diperiksa KPK
-
SPPG di Karo Disuspend Buntut Ratusan Siswa Keracunan MBG, Kepala SPPG Diperiksa
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Transaksi Melejit Rp4.166 Triliun
-
Soal RUU Perampasan Aset: Menkum Sebut Draf Sudah Siap, Pemerintah Tunggu Inisiatif DPR
-
BRImo Makin Diminati, 49,7 Juta Pengguna Catat Transaksi Rp4.166 Triliun